Ramadan 1439 H

Jangan Sembarang Menghangatkan Makanan, Bahaya! Simak Nih Kata Dokter

Termasuk di Bulan Ramadhan. Tak jarang, makanan buka puasa yang bersisa dihangatkan kembali pada waktu sahur

Jangan Sembarang Menghangatkan Makanan, Bahaya! Simak Nih Kata Dokter
Ilustrasi makanan dihangatkan

TRIBUN-MEDAN.COM - Menghangatkan kembali masakan menjadi trik yang digunakan banyak orang agar masakan yang disimpan bisa kembali dikonsumsi. 

Termasuk di Bulan Ramadhan. Tak jarang, makanan buka puasa yang bersisa dihangatkan kembali pada waktu sahur.

Nah, ternyata hal itu berisiko. Konsultan Gastroenterologi Hepatologi PB-PABDI, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD- KGEH, MMB, FINASIM, FACP tak menganjurkan hal itu.

Menurutnya, sejumlah pasien yang datang kerap batal puasa karena terkena diare.

Salah satu penyebabnya adalah karena mengkonsumsi makanan yang dihangatkan.

"Umumnya mencret. Karena makan makanan buka untuk sahur," kata Dr. Ari dalam sebuah talkshow bersama Kalbe di Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun, tak semua makanan yang dihangatkan berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Dr. Ari, menghangatkan makanan tentu masih diperbolehkan jika makanan berada pada kondisi-kondisi tertentu.

Makanan yang akan dipanaskan dan dikonsumsi lebih dari enam jam harus disimpan di dalam kulkas dengan suhu rendah.

Jika tidak dimasukkan kulkas dan hanya didiamkan pada suhu kamar (tanpa AC) maka, kontaminasi kuman akan terjadi pada makanan tersebut.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved