Lawan Teroris

Perakit Bom UNRI Dapat Pesanan dari Kelompok Terduga Teroris Penyerang Polda Riau

Pak Ngah beserta komplotannya menyerang dengan menabrakkan mobil ke sejumlah anggota polisi

Perakit Bom UNRI Dapat Pesanan dari Kelompok Terduga Teroris Penyerang Polda Riau
(ANTARA FOTO/Retmon)
Petugas kepolisian mengevakuasi dua jenazah pelaku penyerangan di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, Jumat (16/5). Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib. 

TRIBUN-MEDAN.COM - MNZ (33), tersangka teroris yang ditangkap di Universitas Riau, mengaku mendapat pesanan untuk merakit bom dari Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42).

Pak Ngah merupakan terduga teroris yang melakukan penyerangan terhadap Markas Polda Riau. Pak Ngah beserta komplotannya menyerang dengan menabrakkan mobil ke sejumlah anggota polisi yang sedang berjaga di pintu masuk pada Rabu (16/5/2018) lalu.

"MNZ alias Jack alias Zam Zam terkait jaringan dengan tersangka terorisme atas nama Pak Ngah, kelompok penyerangan Polda Riau," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/2018).

Baca: Bertemu Amien Rais dan Rizieq Shihab, Sekjen Gerindra Bilang Prabowo Bukan Umrah Politik

Baca: Pengerebekan Terduga Teroris di Kampus Dibilang Salah Prosedur, Begini Kata Mabes Polri!

Petugas menyusun barang bukti sebelum Kapolda Riau Irjen Pol Nandang dan Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi menggelar konferensi pers terkait penangkapan tiga terduga teroris dan penyitaan empat bom siap pakai dari gelanggang mahasiswa Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018).
Petugas menyusun barang bukti sebelum Kapolda Riau Irjen Pol Nandang dan Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi menggelar konferensi pers terkait penangkapan tiga terduga teroris dan penyitaan empat bom siap pakai dari gelanggang mahasiswa Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018). (KOMPAS.com/Idon Tanjung)

Setyo menerangkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari MNZ, ia sempat dimintai oleh Pak Ngah untuk dibuatkan bom.

"Tersangka mengakui bahwa sebelum penyerangan Polda Riau, Pak Ngah dan kelompoknya pernah memesan untuk dibuatkan bom kepada yang bersangkutan," kata Setyo.

Sebelumnya, Densus 88 menggeledah gedung Gelanggang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018). Densus 88 menemukan bom rakitan di kampus tersebut.

Baca: Pencuci Piring Saja Gajinya Rp 335 Juta, Wow! Inilah Daftar Upah Para Pelayan Kerajaan Inggris

MNZ diduga memiliki kemampuan membuat bom TATP (triacetone triperoxide) dan membagikan cara pembuatan bom di link group telegram. Tersangka diduga menyerukan amaliyah atau penyerangan terhadap kantor-kantor DPR dan DPRD.

Tim Densus 88 Antiteror mengamankan barang bukti dua bom pipa besi yang sudah jadi, bahan peledak TATP yang sudah jadi, dan bahan peledak lain, yakni Pupuk KNO3, sulfur, gula, dan arang.

Barang bukti lainnya berupa dua busur panah dan delapan anak panahnya, satu buah senapan angin, serta satu granat tangan rakitan.

Dua orang ditetapkan sebagai saksi, yakni RB alias D (34) yang merupakan eks mahasiswa UNRI, bekerja sebagai karyawan swasta; dan OS alias K (32) yang juga merupakan eks mahasiswa UNRI yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Alumni yang Rakit Bom di Kampus Dapat Pesanan dari Penyerang Mapolda Riau, http://wartakota.tribunnews.com/2018/06/03/alumni-yang-rakit-bom-di-kampus-dapat-pesanan-dari-penyerang-mapolda-riau.

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved