infografis

Bukti Baru, Kebiasaan Berjalan Cepat Bikin Umur Panjang

Aktivitas ini membantu menurunkan kemungkinan kematian akibat gagal jantung kongestif dan stroke.

Bukti Baru, Kebiasaan Berjalan Cepat Bikin Umur Panjang
tribunmedan
Ilustrasi/Jalan Cepat 

TRIBUN-MEDAN.com - Ada hubungan antara berjalan cepat dengan risiko kematian dini. Menurut peneliti Australia, orang yang terbiasa berjalan cepat memiliki kesempatan tinggi hidup lebih lama.

Selain terhindar dari risiko kematian dini, seorang yang berjalan cepat juga terhindar dari penyakit kardiovaskular dan berbagai masalah kesehatan lain.

Berjalan cepat termasuk dalam aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

"Kecepatan berjalan terkait dengan semua risiko penyebab kematian dan telah mendapat sedikit perhatian saat ini," kata Emmanuel Stamatakis dari Universitas Sydney, dilansir Science Alert Jumat (1/6/2018).

Dalam laporan yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, para ahli melampirkan data kesehatan yang berbeda antara orang yang berjalan santai dengan orang yang berjalan cepat.

 

Penelitian dimulai dengan mengumpulkan 11 survei yang berkaitan dengan kasus kematian sejak 1994 sampai 2004 yang melibatkan lebih dari 50.000 orang di Inggris dan Skotlandia.

Dari sinilah mereka mampu mencari tahu hubungan antara kecepatan berjalan dengan kematian yang disebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kematian akibat kanker dan penyakit kardiovaskular.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor risiko, Stamatakis dan timnya menemukan adanya penurunan risiko kematian hingga 20 persen saat seseorang berjalan dengan cepat.

Aktivitas ini membantu menurunkan kemungkinan kematian akibat gagal jantung kongestif dan stroke.

Lalu, berapa patokan berjalan cepat?

"Berjalan cepat itu umumnya lima hingga tujuh kilometer per jam, namun kecepatan ini tergantung pada tingkat kebugaran pejalan itu sendiri," ujar Stamatakis.

"Indikator lain berjalan cepat adalah saat Anda berjalan sambil terengah-engah dan keringat mengucur," imbuhnya.

Menurut Stamatakis, manfaat dari aktivitas ini akan dirasakan pada usia 60 tahun ke atas. Di mana terjadi penurunan risiko kardiovaskular sampai 46 persen untuk orang yang terbiasa berjalan dengan kecepatan rata-rata, dan penurunan risiko penyakit sampai 53 persen untuk mereka yang berjalan cepat.

Studi ini mengingatkan kita kembali akan pentingnya aktivitas fisik, termasuk berjalan cepat yang dapat memompa fungsi jantung. (*)

Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved