Rosalia Dibunuh Pendetanya

Nuriono Minta Pembunuhan Rosalia tak Dikaitkan dengan Profesi Pelaku Anderson sebagai Pendeta

Tersangka pelaku adalah Pendeta Anderson Sembiring Kembaren, yang notabene merupakan ayah angkat korban.

Nuriono Minta Pembunuhan Rosalia tak Dikaitkan dengan Profesi Pelaku Anderson sebagai Pendeta
Tribun Medan/Hanover
Pendeta Henderson Sembiring saat ditangkap. (Insert) Rosalia Siahaan saat disemayamkan di rumah duka 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus pembunuhan yang menimpa Rosalia Cici Mareteni Siahaan (21) warga Jalan Selamat Ujung Gang Jadi, Kelurahan Sitirejo III, Medan, Sumatera Utara, perlahan-lahan mulai menemui titik terang.

Rosalia ditemukan tewas dengan penuh bersimbah darah di kamar mandi Gereja Sidang Roh kudus Indonesia (GSRI) di Dusun XII, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (31/5).

Tersangka pelaku adalah Pendeta Anderson Sembiring Kembaren, yang notabene merupakan ayah angkat korban.

Pakar hukum Nuriono menilai seharusnya publik tidak boleh mengaitkan dari profesi tersangka sebagai pendeta dengan perbuatan dugaan pidananya. Karena hal serupa bisa saja terjadi dengan guru mengaji maupun oknum pendidik.

"Aku melihat perbuatan ini dilakukan oleh manusia. Kalau masalah pendeta itu hanya profesinya saja," kata Nuriono, Senin (4/6/2018)

"Tersangka seharusnya melindungi korbannya karena korban kan merupakan anak angkatnya. Sebagai orang tua dia harus melindungi, bukan malah membuat celaka anak angkatnya," sambungnya.

Nuriono menjelaskan bahwa kalau kemudian muncul banyak dipemberitaan bahwa pelakunya pendeta, mungkin kebetulan saja dia berprofesi sebagai pendeta. Karena perilaku dia sebagai manusia biasa sama saja dengan yang lain, dan seharusnya dia melindungi bukan malah mencelakai.

"Seharusnya tidak kita kaitkan profesinya, karena kejadian begini bisa menimpa siapa saja. Yang jelas dia seharusnya sebagai orang tua yang sudah tinggal bersama korban selama 6 tahun harusnya melindungi, bukan malah mencelakai," pungkas Nuriono.(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help