Ardiansyah, Adik Wali Kota Pematangsiantar Jalani Sidang Perdana, Sang Kakak Tidak Hadir

Wali Kota Siantar Hefriansyah Nor yang merupakan abang dari Ardiansyah tampak tidak hadir dalam persidangan.

Ardiansyah, Adik Wali Kota Pematangsiantar Jalani Sidang Perdana, Sang Kakak Tidak Hadir
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Ardiansyah adik Wali Kota Siantar bersama rekannya zulkifli Hutagalung menjalani sidang perdana kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (5/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Ardiansyah adik Wali Kota Siantar menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Simalungun atas kasus penyalahgunaan narkotika, Selasa (5/6/2018). Ardiansyah disidang bersama rekannya Zulkifli Hutagalung. Keduanya didampingi dua orang penasehat hukum, Hariono dan Yusuf.

Wali Kota Siantar Hefriansyah Nor yang merupakan abang dari Ardiansyah tampak tidak hadir dalam persidangan. Ardiasnyah alias Kiki yang juga bekerja sebagai PNS di Kota Siantar tampak hanya ditemani seorang perempuan berjilbab hijau sambil menggendong bayi yang sedang tidur. Diketahui, Wali Kota Siantar, Hefriansyah Nor tengah mengikuti rapat bersama Pemprov Sumut di Kota Medan.

Sepanjang persidangan Ardiasnyah yang mengenakan pakaian putih bertuliskan tahanan tampak hanya diam. Raut wajahnya juga tampak datar duduk di bangku pesakitan. Sidang dengan agenda mendengar dakwaan jaksa berlangsung hanya 15 menit.

Usai sidang, sambil kembali masuk ke ruang tahanan, Ardiansyah memanggil perempuan muda berjilbab hijau tersebut. Tampak juga seorang ibu yang cukup tua dengan seorang laki-laki. Mereka bersama mengantar Ardiansyah hingga ke ruang tahanan.

Sidang yang dipimpin Lisfer Berutu sebagai hakim ketua didampingi Mince Ginting dan Novarina Manurung sebagai hakim anggota. Sementara Christianto Situmorang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam dakwaannya, JPU menjerat pasal 114 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Setelah surat dakwaan dibacakan, kedua terdakwa kemudian dipersilakan untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.

Penasehat hukum kedua terdakwa menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan keberatan atas dakwaan itu.

"Mohon kepada Yang Mulia supaya sidangnya dilanjutkan," ucap Hariono, salah satu penasehat hukumnya.

Sebelumnya, Adriansyah dan Zulkifli yang keduanya PNS Pemko Siantar diringkus personel Polres Simalungun pada 16 Maret 2018 dari kediaman Zulkifli di Gang Inpres, Jalan Blok II Sibatu-batu, Kelurahan Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Dalam penangkapan itu, ditemukan sejumlah barang bukti, yakni satu toples plastik berisi mancis kosong, satu plastik klip transparan berisi sabu seberat 0,04 gram, satu bong yang di dalamnya terdapat pipet plastik, 10 plastik klip transparan kosong bekas sabu, dan dua sendok terbuat dari pipet.

Adriansyah dan Zulkifli mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh dari Muhajir (DPO).

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help