Banyak Kepala Dinas yang Tidak Mampu Bekerja, Pemko Siantar akan Gelar Lelang Jabatan

Budi yang nanti akan menjadi ketua tim panitia seleksi (pansel) akan bersama akademisi untuk menentukan pejabat eselon II.

Banyak Kepala Dinas yang Tidak Mampu Bekerja, Pemko Siantar akan Gelar Lelang Jabatan
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Sekda Siantar, Budi Utari menemui para pedagang di depan Kantor Balai Kota Pematangsiantar, Jumat (11/5/2018). Budi menggunakan pengeras suara di depan keranda yang bertempelkan foto Wali Kota Siantar Hefriansyah Nor. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR -Pemko Pematangsiantar bakal membuka lelang jabatan Eselon II di 20 dinas atau seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Lelang jabatan ini akan berlangsung usai Hari Raya Idul Fitri. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Budi Utari sat ditemui di Kantornya, Selasa (5/6/2018).

Seluruh pajabat Eselon II yakni Kepala Dinas akan dilakukan pertukaran atau pun penempatan pejabat baru. Budi yang nanti akan menjadi ketua tim panitia seleksi (pansel) akan bersama akademisi untuk menentukan pejabat eselon II.

Ada pun persyaratan nantinya seperti pangkat, masa dinas, pendidikan formal, Diklat, dan psikotes. Katanya, Pemko Siantar melakukan perombakan, karena banyak Kepala Dinas yang tak menguasai pekerjaannya.

"Ada banyak yang gak berbakat di bidang itu. Sebelumnya kan kita gak ada uji kompetensi. Makanya, kita buka lagi dengan tes,"ujarnya.

Tim seleksi nantinya juga terdiri dari Universitas Simalungun dan Universitas Sumatera Utara. Saat disinggung adakah kepala dinas yang mencoba mendekat-dekat untuk mempertahankan jabatannya, Budi mengatakan ada banyak. Namun, ia memastikan tidak ada penilaian subjektif untuk lelang jabatan ini.

"Ada memang yang mendekat-dekat. Tapi kita kan semangat membangun Siantar. Gak ada itu yang boleh main-main uang,"ujar mantan Asisten Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Pemkab Padanglawas ini.

Selain itu, Pemko Siantar akan melakukan pemberhentian bagi 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari 10 PNS tersebut ada yang diberhentikan karena pensiun dan juga karena mantan narapidana korupsi.

"Kita juga akan lakukan pemberhentian untuk 10 PNS. Pemberhentian ini ada eselon II karena pensiun dan juga karena mantan napi korupsi (Kadis Pariwisata, Fatimah Siregar),"ungkapnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved