Pamit Menjala Ikan kepada Istri, Dippu Sipahutar Justru Ditemukan Meninggal Tersangkut di Batu

Mayat Dippu pertama sekali ditemukan Umban Simatupang (35) bersama rekannya Marudur Sipahutar 38) disaksikan istri korban

Pamit Menjala Ikan kepada Istri, Dippu Sipahutar Justru Ditemukan Meninggal Tersangkut di Batu
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Evakuasi korban dari Sungai Aek Sigeaon 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.com, TAPUT-Penemuan mayat laki-laki di Sungai Aek Sigeaon Desa Sipahutar Kecamatan Sipoholon Kabupaten Taput, menggegerkan warga pada Selasa (5/6/2018). Mayat tersebut Dippu Sipahutar warga Jalan Balige-Tarutung Dusun Narahar Kelurahan Situmeang Habinsaran Kecamatan Sipoholon.

Mayat Dippu pertama sekali ditemukan Umban Simatupang (35) bersama rekannya Marudur Sipahutar 38). Kemudian disaksikan istri korban Herawaty Situmeang (43).

Menurut Herawaty, sejak Minggu 3 Juni Juni 2018 sekitar pukul 23.00 WIB almarhum suaminya tidak kunjung pulang ke rumah. Sebelumnya korban permisi untuk menangkap ikan.

"Kemarin katanya mau menangkap ikan. Tapi tidak pulang-pulang, hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,"ujar Herna.

Disebutnya, mulai dari semalam Senin 04 Juni 2018 telah dilakukan pencarian terhadap korban yangg diduga hilang pada saat menangkap ikan di Sungai Aek Sigeaon. Kerabat keluarga terus melakukan upaya pencarian setelah mendengar kabar mulai Minggu 03 Juni 2018 ssekitar pukul 23.00 WIB karena korban diduga hilang (tenggelam).

Mayat korban hanya 150 meter ditemukan dari tempat ditemukannya baju Baju, HP dan jala ikan milik korban. Korban telah ditemukan dalam keadaan hanyut dengan posisi terjepit disela-sela batuan dalam keadaan telentang dan tidak memakai pakaian (telanjang).

Lalu Personel Polres Taput mengevakuasi dari dalam sungai dan dibawa ke Puskesmas Sitada-tada Desa Pagar Batu Kecamatan Sipoholon untuk dilakukan visum. Namun, istri korban Keluarga korban tidak tidak setuju untuk dilakukan Outopsi. Alasannya, dikarenakan pihak keluarga iklas dan tidak curiga tentang kematian korban yang meninggal karena hanyut pada saat mencari ikan.

Istri korban pun membuat surat pernyataan bahwa tidak bersedia untuk dilakukan Outopsi dan diketahui oleh Kepala Desa. Pada bagian rubuh korban ditemukan luka-luka dibadan yang kemungkinan diduga kena benturan batuan pada saat korban tenggelam.

"Luka-luka, apalagi situasi (posisi) di sungai tersebut adalah 100 % batuan jenis batu padas dan bahkan ada batuan besar,"ujar Kasubag Humas Polres Taput, Aiptu Walfon Baringbing.

(cr1/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help