Tawaran Menteri dari Gerindra Terlalu Rendah Bagi Demokrat, Ferdinand Hutahaean Bilang . . .

Target Demokrat adalah menyodorkan posisi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres), bukan kelas menteri.

Tawaran Menteri dari Gerindra Terlalu Rendah Bagi Demokrat, Ferdinand Hutahaean Bilang . . .
Kolase Tribun-Medan.com
Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon sesumbar akan menawarkan menteri kepada Demokrat dan PKB jika Koalisi Keummatan berjaya dalam Pilpres 2029.

Kadiv Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menegaskan tawaran tersebut sah-sah saja, namun keputusan berkoalisi Demokrat ada di tangan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Demokrat.

"Bagi Partai Demokrat tawaran itu belum tentu digubris, karena komunikasi tingkat tinggi dalam power sharing ini hanya akan dilakukan oleh SBY dengan Prabowo kalau ternyata kedua partai ini akan berkoalisi," tegas Ferdinand kepada Tribunnews.com pada Senin (4/6/2018).

Baca: Balas Telak Amien Rais, Mahfud MD: Ongkang-ongkang Kaki Siapa, Dulu Waktu Jadi Ketua MPR Gimana

Ia mempertanyakan status Fadli Zon karena dalam hal ini bukan penentu di dalam Gerindra dan tak berhak mencampuri keputusan Demokrat untuk berkoalisi dengan siapa.

"Jadi power sharingnya bukan ditentukan oleh Fadli atau siapapun tapi oleh Prabowo dan SBY," kata dia.

Ferdinand menegaskan target Demokrat adalah menyodorkan posisi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres), bukan kelas menteri.

"Kalau tawaran menteri mau diterima, sudah dari dulu tawaran menteri dari incumbent diterima," ujar Ferdinand.

Tak menutup kemungkinan dalam politik semuanya terjadi, termasuk pada Demokrat yang akan berkoalisi dengan siapa pascapilkada serentak 2018.

Baca: Laga Unik PSMS MEDAN vs PERSIB BANDUNG, Inilah Para Pemain dan Pelatih Jegal Mantan

Baca: LIVE STREAMING: PSMS Medan vs Persib Bandung Hari Ini, Berikut Prediksi dan Line-up Pemain

"Mungkin pada akhir Juli menjelang pendaftaran meski bisa saja lebih awal jika situasi politik mengharuskan Demokrat mengambil sikap lebih awal," ucapnya.

Ia juga mengatakan Demokrat tidak membangun koalisi karena dorongan siapapun, baik itu Habib Rizieq Shihab atau siapapun.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help