Home »

Sumut

Daniel Perret Berhasil Kumpulkan Ratusan Benda Bersejarah dari Sumut, Kenali Benda-bendanya

Penulis buku Kolonialisme dan Etnisitas Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut tersebut telah melakukan penelitian di Sumut sejak 30 tahun lalu.

Daniel Perret Berhasil Kumpulkan Ratusan Benda Bersejarah dari Sumut, Kenali Benda-bendanya
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Pengunjung saat melihat benda bersejarah pada Pameran Silang Budaya Kuno Selat Malacca (abad 11-14), di Alliance Francaise (AF) Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

 
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Arkeolog asal Prancis yaitu Daniel Perret telah berhasil mengumpulkan ratusan artepak dari beberapa daerah di Sumatera Utara (Sumut).

Penulis buku Kolonialisme dan Etnisitas Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut tersebut telah melakukan penelitian di Sumut sejak 30 tahun lalu.

“Saya sudah melakukan penelitian di tiga daerah yaitu di Barus sejak tahun 1995 hingga 2005, kemudian di Padang Lawas sejak tahun 2006 sampai 2010 dan terakhir di Kota Cina di kawasan Marelan sejak tahun 2011 hingga saat ini,” ujarnya saat ditemui Tribun disela-sela acara pameran Silang Budaya Kuno di Selat Malacca (abad 11-14) di Alliance Francaise (AF) Medan, Rabu (6/6/2018).

Ia menjelaskan, di ketiga daerah tersebut ia banyak menemukan benda-benda peninggalan bersejarah seperti peninggalan bangunan dari batubata, pecahan tembikar dan keramik, benda-benda dari berbagai jenis logam, pecahan wadah dari kaca, konsentrasi kulit kerat serta banyak sisa fauna, kayu dan damar.

“Ketertarikan saya melakukan penelitian di Sumut berawal dari kegiatan yang saya lakukan di Prancis untuk gelar master saya. Saat itu saya diberikan kesempatan untuk membuat katalog dari benda-benda bersejarah yang berasal dari Sumut yang berhasil dikumpulkan oleh Perkebun asal Prancis,” jelasnya.

Ia menerangkan, kemudian dari situ ia  mulai meneliti dan tertarik mengetahui tentang sejarah yang ada di beberapa daerah di Sumut hingga saat ini. 

“Menurut saya sejarah adalah sesuatu yang tidak bisa dilupakan dan adanya pameran seperti ini tentunya memperkaya pengetahuan kita mengenai jaman dahulu, budayanya, sejarahnya dan merupakan pelajaran untuk sekarang juga,” terangnya.

Ia mengungkapkan, menjadikan Kota Cina sebagai salah satu tempat penelitiannya karena Kota Cina merupakan salah satu situs permukiman kuno yang cukup penting di Sumut dari segi kepadatan temuan, dari segi sejarah Selat Malaka ini situs yang sangat signifikan.

“Dan kami berusaha untuk membawa data dan hipotesis yang baru mengenai Kota Cina tersebut dengan menggali dan menemukan benda-benda bersejarah yang ada,” ungkapnya.

Ia menuturkan, benda-benda bersejarah yang telah berhasil dikumpulkan tersebut bisa dilihat langsung oleh masyarakat melalui pameran yang digelar di Alliance Francaise (AF) Medan sejak tanggal 5 Juni hingga 5 September mendatang.

“Pameran tersebut merupakan salah satu usaha untuk memperkenalkan hasil kegiatan kerjasama dalam bidang arkeologi dan bidang saya jadi lebih kepada sejarah permukiman kuno khususnya pemukiman kuno di Sumut mulai dari abad ke 9 masehi sampai 17 masehi,” tuturnya.

Ia berharap, adanya pameran tersebut bisa mengajak masyarakat Sumut untuk semakin mengenal peninggalan sejarahnya.

“Menurut saya sejarah adalah sesuatu yang tidak bisa dilupakan dan adanya pameran seperti ini tentunya memperkaya pengetahuan kita mengenai jaman dahulu, budayanya, sejarahnya dan merupakan pelajaran untuk sekarang juga,” katanya. (pra/tribun- medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help