Terdakwa Kepemilikan 96 Butir Happy Five Hanya Divonis Tiga Bulan, KY Menilai Jaksanya Tak Maksimal

Pasalnya, banyaknya barang bukti yang diamankan berbanding terbalik dengan hukuman yang dijatuhkan.

Terdakwa Kepemilikan 96 Butir Happy Five Hanya Divonis Tiga Bulan, KY Menilai Jaksanya Tak Maksimal
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Tiga terdakwa pemilik 96 butir Happy Five saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Simalungun, kemarin.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pengadilan Negeri Simalungun memvonis tiga terdakwa penyalahgunaan 96 butir Happy Five hanya dengan tiga bulan penjara, kamis (31/5/2018) kemarin.

Tiga terdakwa tersebut Hartarto Kuannarta alias Toto (33), Joe Frisco alias Joe (30) divonis 3 bulan dan Yok Long alias Asiang (40) empat bulan penjara. Pada sidang putusan tersebut sebagai majelis hakim yakni Lisfer Berutu.

Putusan terhadap tiga terdakwa tindak pidana penyalahgunaan psikotropika menuai kritik. Pasalnya, banyaknya barang bukti yang diamankan berbanding terbalik dengan hukuman yang dijatuhkan.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tim jaksa dari Kejaksaan Negeri Simalungun, yakni Dasmer Saragih dan Augus.

Tim jaksa menjatuhkan tuntutan hukuman 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp 10 juta. Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Kritikan datang dari, Koordinator Penghubung KY Wilayah Sumatera Utara, Syah Rijal Munthe. Syah Rijal menilai barang bukti sebanyak 96 butir sudah masuk dalam ranah pengedar.

Menurutnya, jika dikategorikan sebagai pengguna, semestinya barang bukti hanya dua atau 3 butir. Syah Rijal menilai, hakim dan jaksa kurang maksimal menangani kasus tersebut.

"Saya juga bingung. Kalau penggguna itu seharusnya barang buktinya satu atai dua butir. Itu bukan pemakai lagi, pengedar itu. Jaksanya kurang maksimal," tegasnya.

Sementara, Augus Sinaga saat disinggung hal ini mengatakan psikotropika jenis happy five teegolong ketegori ringan.

"Ini kan karena tak ada izinnya, kalau ada izinnya tentu tak ditangkap. Happy Five ini masuk dalam kategori ringan,"katanya

Senada dengan itu juga, Kasi Pidum Kejari Simalungun, Allan Harahap mengatakan happy five yang diamankan tersebut tidak digolongkan ke narkoba lagi, melainkan ke kesehatan.

"Itu golongan IV, dia bukan digolongkan ke narkoba, ke kesehatan dia,"katanya sembari pergi karena terburu-buru.

Seperti diketahui, persidangan itu merupakan tindaklanjut atas penggerebekan yang dilakukan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun pada Minggu, 11 Maret 2018 kemarin di Hotel Sapadia kamar nomor 510, Jalan Diponegoro, Kecamatan Siantar Barat.

Petugas menemukan 96 butir pil happy five. Polisi juga menyita 1 unit handphone Iphone silver, 1 unit handphone Samsung hitam, 10 papan pil happy five seberat 2,77 gram dan 1 unit handphone Oppo warna hitam. (tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help