Terdakwa Pemilik 96 Butir Pil Happy Five Divonis Tiga Bulan, Pengamat Hukum: Perlu Diusut dari Awal

Harusnya, kata Abdul, jaksa dan hakim memberikan perhatian ekstra dalam kasus tersebut. Apalagi barang buktinya cukup banyak.

Terdakwa Pemilik 96 Butir Pil Happy Five Divonis Tiga Bulan, Pengamat Hukum: Perlu Diusut dari Awal
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Tiga terdakwa pemilik 96 butir Happy Five saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Simalungun, kemarin.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pengamat hukum dari Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU), Abdul Hakim merasa heran dengan vonis tiga bulan kasus kepemilikan 96 butir psikotropika jenis Happy Five terhadap tiga terdakwa di Pengadilan Negeri Simalungun.

Baca: Terdakwa Kepemilikan 96 Butir Happy Five Hanya Divonis Tiga Bulan, KY Menilai Jaksanya Tak Maksimal

Abdul Hakim menilai psikotropika juga termasuk narkoba yang membunuh banyak orang. Sehingga, Happy Five tersebut masuk dalam kategori kejahatan luar biasa. Menurutnya, Indonesia tengah masuk dalam kategori darurat barkoba.

"Psikotropika ini juga sudah termasuk kejahatan luar biasa. Menurut BNN, narkoba sudah membunuh 50 orang setiap hari dan menimbulkan kerugian Rp 12 trilun per tahun. Bagaimana memberantas narkoba kalau tidak dituntut maksimal. Kalau sudah terbukti, tak mungkin begitu hukumannya,"ujarnya via seluler, Rabu (6/6/2018).

Harusnya, kata Abdul, jaksa dan hakim memberikan perhatian ekstra dalam kasus tersebut. Apalagi barang bukti yang diamankan cukup banyak, yakni 96 butir.

"Narkoba ini sudah menjasi bisnis yang sangat menguntungkan. Kalau hukumannya tiga bulan, masa penahanannya saja mungkin sudah lebih tiga bulan,"tambahnya.

Abdul mengharapkan pihak pengawas dapat mengusut proses sidang mulai dari awal hingga penjatuhan vonis. Menurutnya, narkoba yang masuk dalam kategori kejahatan luar biasa perlu mendapatkan hukuman maksimal.

Sementara, Jaksa Penutut Umum sidang tersebut, Augus Sinaga menilai kepemilikan 96 butir pil Happy Five masuk dalam kategori ringan. Kepala Seksi Pidanan Umum (Kasi Pidum), Allan Harahap juga menilai Happy Five bukan masuk kategori narkoba melainkan kesehatan.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Simalungun memvonis tiga terdakwa penyalahgunaan 96 butir Happy Five hanya dengan tiga bulan penjara, kamis (31/5/2018) kemarin. Tiga terdakwa tersebut Hartarto Kuannarta alias Toto (33), Joe Frisco alias Joe (30) divonis 3 bulan dan Yok Long alias Asiang (40) empat bulan penjara.

Augus Sinaga sebagai jaksa menuntut Toto dan Joe dengan Pasal 14 ayat 3, pasal 14 ayat 4 Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika sebagaimana dimaksud dalam pasal 60 ayat 5 UU RI Nomor 5 Tahun 2997 Tentang Psikotropika, sedangkan Asiang dijerat dengan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 2997 Tentang Psikotropika. (tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help