Pemkab Humbahas Berkesan Tak Punya Taring, Lahan Warga Jadi Sasaran Para Penambang Nakal

Warga pun bertahan tidak mau pulang ke rumah masing-masing sebelum aktifitas tambang benar-benar dihentikan.

Pemkab Humbahas Berkesan Tak Punya Taring, Lahan Warga Jadi Sasaran Para Penambang Nakal
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Dua orang anak sedang berada di Desa Sait Nihuta Kecamatan Dolok Sanggul Humbahas. Ia meminta penghentian aktifitas tambang di Dolok Sipalakki, Jumat (8/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 

TRIBUN-MEDAN.COM, DOLOKSANGGUL - Alat berat milik penambang yang mengatasnamakan Koperasi KSU Pangalengge Humbang Hasundutan terus beroperasi di Desa Saitnihuta, Dusun Pea Bolak Lumban Sonang Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, Hingga Jumat (8/6/2018) Petang.

Padahal, sekitar pukul 13.WIB, jajaran Pemkab Humbahas telah hadir bertemu warga dan berjanji menghentikan aktifitas tambang di daerah tersebut.
 

Keadaan tersebut membuat warga berang dan menilai Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan tidak tegas dan terkesan tidak bernyali menghentikan aktifitas tambang. Karenanya, masyarakat Dusun Peabolak dan Dusun Lumban Sonang Desa Saitnihuta Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan terus bertahan di lokasi yang mereka nilai lahan mereka di Dolok Sipalakki.

 "Baru siang tadi, Pemkab Humbahas datang ke lokasi ini, melalui Kasatpol PP, Kadis Perijinan. Mereka berjanji akan menghentikan dan mendesak aktifitas tambang dihentikan. Nyatanya, seperti yang terjadi alat berat masih bekerja,"ujar Soritua Simamora di lokasi dolok Sipalakki.
 

Seperti amatan Tribun, satu unit alat berat beko pemecah batu berwarna kuning dikemudikan operator berbaju warna merah sibuk bekerja. Kemudian, dua unit mobil truck colt-diesel juga bergerak dari lokasi tambangan.
 

Akibat persoalan itu, warga pun bertahan tidak mau pulang ke rumah masing-masing sebelum aktifitas tambang benar-benar dihentikan. Apalagi, ketika jajaran Pemkab Humbahas, Kadis Perijinan Humbahas Rudol Manalu datang ke lokasi di hari yang sama mengaku akan meminta aktiftas tambang dihentikan.
 

"Pihak Pemkab Humbahas melalui perijinan sudah menyatakan akan membekukan atau menunda aktifitas tambang. Jadi kita sangat keberatan, apakah tidak berani tegas,"ujarnya.
 

Saat berkunjung ke lokasi, Rudol Manalu menyebutkan penundaan diberikan pemerintah sebagai kesempatan kepada kedua belah pihak. Dia menjanjikan tidak akan ada aktifitas tambang berlanjut jika tidak ada kesepakatan.
 

Berbeda seperti yang disampaikan Rudol, tidak berapa lama usai kepergian mereka dari lokasi aktifitas tambang sudah kembali berjalan. Warga hanya bisa terdiam menyaksikan hal itu. Di lokasi tambang juga terdapat pengawalan oleh Polsek setempat.
 

Terkait beroperasinya tambang setelah ditinggalkan jajaran Pemkab, dikonfirmasi kembali kepada Tribun Kadis perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Humbang Hasundutan Rudolf Manalu menyebutkan bila aktifitas tambang berjalan kembali berarti sudah masuk dalam ranah pidana. Ditanya soal ketegasannya, dia hanya menyebut penambang akan berhadapan dengan kepolisian.
 

Soal ijin tambang, disebutkannyaa bukan dibekukan teyapi ditunda sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk usaha yang sama di lokasi tersebut menurutnya telah diberikan peringatan oleh pemkab sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. (cr1/tribunmedan.com )

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved