Home »

Taput

Ramadan 1439 H

Mudik ke Taput, Waspada Melintas di Desa Pancur Napitu, Rawan Longsor, Minim Rambu dan Penerangan

Adapun titik paling rawan tepatnya di Desa Pancur Napitu, antara Desa Simasom-Pancur Napitu.

Mudik ke Taput, Waspada Melintas di Desa Pancur Napitu, Rawan Longsor, Minim Rambu dan Penerangan
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Kondisi titik rawan di Jalan Lintas Sumatera, Tapanuli Utara tepatnya di Jalan Sipirok 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT-Rute mudik di Jalan Lintas Sumatera sepanjang Jalan Sipirok di Kabupaten Tapanuli Utara rawan untuk dilalui pemudik Idul Fitri 2018. Jalur satu-satunya ini terdapat banyak tikungan dan tanjakan serta jurang berpotensi longsor seperti pantauan Tribun, Sabtu (9/6/2018).
 

Titik rawan yang berisiko untuk dilalui pengemudi antara lain, Kilometer 17. Jalan berkelok disertai aspal yang mengelupas menimbulakan kerikil berserak di badan jalan. Kondisi itu bisa mengakibatkan pengendara tergelincir, terlebih pengendara sepeda motor.
 

Adapun titik paling rawan tepatnya di Desa Pancur Napitu, antara Desa Simasom-Pancur Napitu. Tepat jalan menikung, jika datang dari arah Medan di sebelah kanan jalan terdapat longsoran.
 

Pada titik ini dalamnya longsoran kurang lebih mencapai 150 meter  dengan panjang 15 meter. Di lokasi ini hanya diberi garis polisi. Sehingga berbahaya dilalui dan berisiko tinggi karena minimnya rambu-rambu lalu lintas dan penerangan lampu jalan.
 

Tepi badan jalan dengan bibir jurang kurang lebih hanya berjarak 30-70 sentimeter saja. Pengemudi harus memperhatikan betul roda kendaraaan agar tidak sampai melintas di bibir jurang yang berkelok tersebut.

 Sebaiknya, pengemudi yang meluncur dari arah Medan lebih baik mendahulukan kendaraan yang datang dari arah Sipirok. Jika berpapasan, bisa jadi tempat roda berpijak untuk kendaraan di sebelah kiri atau yang datang dari arah Sipirok menuju Tarutung langsung mengarah ke jurang.
 

Penyusuran Tribun di beberapa lokasi lainnya seperti di Desa Simasom, Onan Hassang dan Pahae sepanjang jalan terdapat gundukan akibat tambal sulam yang tidak rata. Terkadang jalan kelihatan mulus, namun gundukan-gundukan mengakibatkan kendaraan tiba-tiba oleng.
 

Pantauan Tribun, di sepanjang jalan yang dipenuhi tikungan patah itu minim penerangan jalan atau rambu-rambu lainnya. Abu-abu di jalanan juga semakin membuat pudar pandangan dan lampu kendaraan tidak terlihat terang pada malam hari.
 

Akrifitas perbaikan jalan di beberapa titik juga masih sedang berpanlsung. Material bangunan seperti batu padas, pasir dan tanah timbunan ada yang diletak di badan jalan. Tentu, hal itu juga akan membahayakan bagi pengendara.

(cr1/tribunmedan. com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help