Pilgub Sumut

Peduli Kaum Wanita, Djarot Punya Kartu Sumut Sehat, Bisa Digunakan untuk Vaksin Kanker Serviks

Pada Dialog dan Kontrak Politik Kelompok Aktivis Perempuan Sumut dengan Kandidat Pilgubsu 2018-2023 itu, Djarot mempresentasikan kartu sumut sehat

Peduli Kaum Wanita, Djarot Punya Kartu Sumut Sehat, Bisa Digunakan untuk Vaksin Kanker Serviks
Tribun Medan/Fatah Baginda Gorby
Djarot Saiful Hidayat saat memberikan sambutan di Dialog dan Kontrak Politik Kelompok Aktivis Perempuan Sumut dengan Kandidat Pilgubsu 2018-2023, diselenggarakan di BP Paud,Kenanga Raya MedaN, Sabtu (9/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di hadapan lebih dari 500 aktivis perempuan, Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat menegaskan komitmen pihaknya mengedepankan kaum perempuan.

Pada acara Dialog dan Kontrak Politik Kelompok Aktivis Perempuan Sumut dengan Kandidat Pilgubsu 2018-2023 itu, Djarot mempresentasikan kegunaan kartu sakti andalannya.

"Bagi saya kaum perempuan harus dimuliakan, saya lahir dari kaum wanita,istri saya wanita ketiga anak saya semuanya wanita jadi saya peduli debgan perempuan. Oleh karenanya kami meluncurkan ketiga kartu ini," ujarnya, Sabtu (9/6/2018).

Sambil mengeluarkan kartu dari sakunya Djarot menerangkan fungsi Kartu Sumut Sehat. Menurutnya pada kartu itu terdapat hak-hak kaum perempuan seperti operasi sesar dan vaksin kanker serviks.

"Jangan ada lagi nyawa melayang karena wanita kehilangan nyawanya akibat tak memiliki biaya. Vaksin kanker serviks itu juga harus diserapkan, biayanya tinggi memang Rp 2 juta per orang tapi demi perempuan kita harus konsekuen, ini telah kami siapkan di Jakarta," ujarnya.

Tak sampai di situ, Djarot juga menjelaskan kegunaan Kartu Sumut Pintar dan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera. Dikatakannya, kedua kartu tersebut untuk meningkatkan taraf hidup pendidikan bagi perempuan,serta peningkatan kesejahteraan bagi perempuan.

Pria kelahiran Magelang 6 Juli 1962 itu juga merespons pertanyaan audiens kepadanya terkait budaya suami yang selalu bersantai sedang istri membanting tulang di ladang.

"Kalau itu pola pikir bu dan budaya, di Jawa juga ada seperti itu. Makanya kita harus duduk bersama, panggil tetua adat yang berwenang,mengkomunikasikannya dan berikan lapangan kerja yang memungkinkan," katanya.

Tak sampai di situ, Djarot juga memberikan solusi permasalahan yang diberikan padanya, perihal dana desa yang sering bocor.

"Pemerintah sudah tentu akan memberikan pendampingan, agar dana desa itu tidak ada kebocoran," katanya.

Kepada awak media Djarot mengatakan tidak boleh lagi ada pelecehan seksual pada anak dan perempuan, KDRT, dan tindakan eksploitasi bagi perempuan.

"Saya juga menyambut baik delapan agenda yang diajukan dalam acara ini dan kontrak politik yang sudah ditandatangani," katanya.

(cr7/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help