Turki Marah pada Austria yang Menutup 7 Masjid dan Usir Minimal 40 Ustaz

Menurutnya, keputusan itu mencerminkan gelombang islamofobia, rasisme dan diskriminasi di negara tersebut.

Turki Marah pada Austria yang Menutup 7 Masjid dan Usir Minimal 40 Ustaz
voa indonesia
Islamic Centre di Wina Austria 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah sayap kanan Austria, Jumat (8/6) menyatakan berencana menutup tujuh masjid dan mengusir sedikitnya 40 imam (ustaz) beserta keluarga mereka sebagai bagian dari tindakan keras terhadap “politik Islam” dan pendanaan luar negeri terhadap kelompok-kelompok agama di negara itu.

Menteri Dalam Negeri Herbert Kickl dari Partai Kebebasan (FPOe) yang berhaluan ekstrem kanan dan mitra junior dalam pemerintah koalisi Austria, mengatakan, izin tinggal bagi ustaz yang dipekerjakan oleh ATIB sedang dievaluasi karena keprihatinan mengenai pendanaan semacam itu.

ATIB adalah kelompok yang mengawasi masjid-masjid Turki di Austria.

Dalam dua kasus, izin tersebut telah dicabut dan permohonan izin tinggal pertama kali yang diajukan lima imam baru-baru ini ditolak, jelas Kickl.

Kanselir Sebastian Kurz mengatakan pemerintah menutup sebuah masjid nasionalis garis keras Turki di Wina dan membubarkan kelompok Arab Religious Community yang mengelola enam masjid.

''Segala kegiatan yang terkait dengan politik Islam dan gerakan radikal tidak akan mendapat tempat di Austria," kata Kurz.

Kanselir Austria Sebastian Kurz di Brussels, 22 Maret 2018. (Foto: dok).

Pemerintah Austria mengatakan 60 dari 260 imam masjid di negara itu sedang diselidiki, 40 di antara mereka merupakan bagian dari Asosiasi Budaya Turki-Islam.

"Masyarakat paralel, politik Islam dan kecenderungan radikal tidak mempunyai tempat di negara kami, " kata Kanselir Austria Sebastian Kurz, Jumat (08/06).

Langkah itu oleh Turki disebut sebagai bentuk islamofobia.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help