Agus Harimurti Yudhoyono Pertanyakan Apa Kabar Revolusi Mental Jokowi, Begini Amatannya

Presiden Jokowi memang mengedepankan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

Agus Harimurti Yudhoyono Pertanyakan Apa Kabar Revolusi Mental Jokowi, Begini Amatannya
Biro Pers Istana/Haryanto
Komandan Satgas Bersama Pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Selasa (6/3/3018). (Biro Pers Istana/Haryanto) 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) menyoroti program Revolusi Mental yang diusung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Agus, sebagian besar rakyat sebenarnya menaruh harapan pada program yang membidik pembangunan manusia Indonesia tersebut.

Akan tetapi, program Revolusi Mental tampaknya sedikit tersisih dengan pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintah.

Presiden Jokowi memang mengedepankan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

"Ketika pemerintah saat ini berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas kita patut bertanya “Apa kabar, Revolusi Mental?”," kata Agus saat menyampaikan orasi bertajuk Mendengar Suara Rakyat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (9/6/2018) malam.

Baca: Tak Dinyana, Meski Tampak Sederhana Ternyata Syal Sarah Azhari Harganya Fantastis

Baca: Syahrini dan Nagita Sama-sama Pakai Sepatu Sneaker Seharga Satu Unit Sepeda Motor, Siapa yang Keren?

Baca: Hotman Paris Dipeluk Catherine Wilson, lalu Bilang Mimpi Gua Akhirnya Terkabul

Baca: Fahri Hamzah Bereaksi atas Orasi Agus Harimurti Yudhoyono, Jangan Mau Belok ke Isu Infrastruktur

Baca: 8 Potret yang Sempat Direkam Kamera sebelum Tragedi Nahas nan Mengerikan Itu Terjadi

Baca: Viral, hanya Sendiri Tumpangi Maskapai Garuda Indonesia, Ternyata bukan Orang Sembarangan

Agus menyebutkan, Revolusi Mental adalah konsep pembangunan manusia Indonesia yang gencar dijanjikan pada saat kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2014.

Baca: Sadis, Jasad Perempuan dalam Boks Diikat Tali Rafia dan Dimasukkan ke Plastik Kresek

Baca: Unggah Foto Jupe setahun Usai Kematiannya, Gaston Tuliskan Rangkaian Kalimat yang Menyentuh Hati

Baca: Viral, Restoran Ternama Kepergok Pakai Air Comberan Mencuci Piring, Ini Videonya

Baca: Imbas Kecanduan Mobile Legends, Perempuan Ini Mengalami Stroke, Berikut Kisahnya yang Viral

Baca: Percakapan Terakhir sebelum Hendri Membunuh dan Mengepak Mayat Rika

Baca: Meski Dinikahi Aktor Terkenal namun Penampilan Sederhana Wanita Ini Bikin Terkesima

Namun menurut Agus, dalam perjalanannya hal itu kurang mendapatkan perhatian.

"Kita larut dalam hiruk pikuk pembangunan infrastruktur. Padahal, konsep ini sangat vital, sebagai upaya, mengembalikan karakter bangsa, sesuai bentuk aslinya, yaitu karakter yang santun, berbudi pekerti, dan bergotong royong," tutur Agus.

Pembentukan karakter bangsa ucap dia, harus terus menerus dilakukan, dan disesuaikan, dengan perkembangan zaman.

 

Baca: Urai 7 Fakta Mayat dalam Kardus, Rika yang Tertutup hingga Tubuh yang Dibunuh secara Keji

Baca: 7 Keluarga yang Paling Unik dan Aneh yang Ada di Dunia, Ada yang Sekeluarga Jalannya Merangkak

Baca: Via Vallen Balas Pelecehan Verbal dalam Bahasa Inggris, Netizen Pro dan Kontra Menyasar Grammar

Halaman
12
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help