Suami Mencuri Istri Ditahan, Polisi Biarkan Melahirkan di Pelataran Kantor, Aktivis HAM Bereaksi

Polisi sebenarnya tengah mencari suami Amina yang dicurigai telah menjadi penadah kasur curian.

Suami Mencuri Istri Ditahan, Polisi Biarkan Melahirkan di Pelataran Kantor, Aktivis HAM Bereaksi
Capture Youtube

TRIBUN-MEDAN.com - Kelompok hak asasi manusia di Tanzania mengecam kepolisian yang memaksa seorang perempuan untuk melahirkan di kantor polisi. 

Tak hanya dilarang pergi ke rumah sakit saat hendak melahirkan, Amina Raphael Mbunda (26) juga terpaksa melahirkan tanpa bantuan dokter maupun bidan. 

Amina yang tengah hamil tua ditangkap petugas di rumahnya di distrik timur Kilombero, Tanzania, Sabtu (2/6/2018) pekan lalu. 

Polisi sebenarnya tengah mencari suami Amina yang dicurigai telah menjadi penadah kasur curian.

Dikabarkan surat kabar Mwananchi, yang dilansir AFP, Sabtu (9/6/2018), perempuan itu telah memohon kepada petugas untuk mengizinkannya ke rumah sakit karena hendak melahirkan

Baca: Sadis, Jasad Perempuan dalam Boks Diikat Tali Rafia dan Dimasukkan ke Plastik Kresek

Baca: Unggah Foto Jupe setahun Usai Kematiannya, Gaston Tuliskan Rangkaian Kalimat yang Menyentuh Hati

Baca: Viral, Restoran Ternama Kepergok Pakai Air Comberan Mencuci Piring, Ini Videonya

Baca: Imbas Kecanduan Mobile Legends, Perempuan Ini Mengalami Stroke, Berikut Kisahnya yang Viral

Baca: Percakapan Terakhir sebelum Hendri Membunuh dan Mengepak Mayat Rika

Baca: Meski Dinikahi Aktor Terkenal namun Penampilan Sederhana Wanita Ini Bikin Terkesima

Namun permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh petugas sehingga memaksa Amina untuk melahirkan di halaman depan kantor polisi pada tengah malam. 

Kasus tersebut telah dikonfirmasi oleh komandan polisi daerah yang juga mengatakan telah membuka penyelidikan terkait insiden itu.

Kendati demikian, perlakuan yang ditunjukkan petugas kepolisian terhadap Amina sudah terlanjur memicu kemarahan kelompok hak asasi manusia di Tanzania. 

Mereka menilai, sikap petugas terhadap perempuan, bahkan yang sedang hamil, sangat memalukan. 

"Kepolisian sangat memalukan," kata Helen Kijo-Bisimba, Kepala Pusat Hukum dan HAM Tanzania melalui akun Twitternya.

Baca: Tak Dinyana, Meski Tampak Sederhana Ternyata Syal Sarah Azhari Harganya Fantastis

Baca: Syahrini dan Nagita Sama-sama Pakai Sepatu Sneaker Seharga Satu Unit Sepeda Motor, Siapa yang Keren?

Baca: Hotman Paris Dipeluk Catherine Wilson, lalu Bilang Mimpi Gua Akhirnya Terkabul

Baca: Fahri Hamzah Bereaksi atas Orasi Agus Harimurti Yudhoyono, Jangan Mau Belok ke Isu Infrastruktur

Baca: 8 Potret yang Sempat Direkam Kamera sebelum Tragedi Nahas nan Mengerikan Itu Terjadi

Baca: Viral, hanya Sendiri Tumpangi Maskapai Garuda Indonesia, Ternyata bukan Orang Sembarangan

"Bagaimana bisa seseorang ditangkap karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang lain? Dan lagi mereka tidak menyadari jika dia akan melahirkan? Apa yang akan terjadi jika perempuan itu meninggal di kantor polisi?" lanjut Kijo-Bisimba.

Sementara itu, Koalisi Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak-anak telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam sikap petugas polisi yang telah menyebabkan nyawa perempuan dan bayi dalam kandungannya terancam. 

Baca: Deretan Fakta Mayat Linda Wati dalam Boks, Dibunuh di Rumah Pelaku lalu Ditaruh di Depan Musala

Baca: Bus Pengangkut 45 Orang Tamasya Masuk Jurang Kedalaman 15 Meter, Berikut Data Para Korban

Baca: 8 Oknum Brimob Pelaku Pengeroyokan dan Penusukan Serda Darma Aji Ditangkap Polisi, 3 Jadi Tersangka

Baca: Urai 4 Fakta Amien Rais yang Turun Gunung, Sikap Partai Amanat Nasional dan Tantangan pada Jokowi

Baca: Viral Pernyataan Amien Rais Tuhan Malu, Nadirsyah Hosen: Tuhan Dipaksa Menuruti Doanya

Baca: Deretan Kasus Orang Hilang yang Paling Menyeramkan dan Belum Terpecahkan Hingga Kini

"Kejadian ini menambah panjang daftar orang-orang yang menjadi sasaran kekejaman dan penghinaan yang ditimbulkan oleh polisi," kata koalisi dalam pernyataannya.

Simak video di bawah.

(*)

Berita Ini Sudah Tayang di Tribun Video Polisi Biarkan Wanita Melahirkan di Halaman Kantor Polisi karena Ditahan Atas Kasus Orang Lain

 
Editor: Randy P.F Hutagaol
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved