Home »

Sumut

Begini Alurnya hingga 9.876 Warga Binaan di Sumut Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 2018

56 orang di antaranya bisa langsung menghirup udara bebas usai mendapat potongan masa tahanan.

Begini Alurnya hingga 9.876 Warga Binaan di Sumut Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 2018
Tribun Medan/Mustaqim
Kakanwil Kemenkuham Sumut, Liberty Sitinjak saat menyampaikan laporannya dalam upacara pemberian remisi kepada para narapidana di Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan, Kamis (17/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -

Menyambut Hari Raya Idul Fitri (1 syawal 1439 H) tahun ini, Pemerintah Indonesia, melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara memberikan remisi khusus kepada 9.876 warga binaan‎ yang beragama Islam yang tersebar di rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) se-Sumut.

Dari sebanyak 9.876 warga binaan se-Sumatera Utara yang memperoleh remisi hari raya Idul Fitri tersebut, 56 orang di antaranya bisa langsung menghirup udara bebas usai mendapat potongan masa tahanan.

"Dari 9.876 napi beragama Islam yang mendapat remisi, 9.820 orang mendapat remisi khusus sebagian (RK 1). 56 lainnya mendapat remisi khusus seluruhnya (RK II)," ucap Humas Kanwil Kemenumham Sumut Josua Ginting, Selasa (12/6/2018).

Kepada Tribun Medan, Humas Kanwil Kemenumham Sumut Josua Ginting menjelaskan terkait alur dan proses pengusulan hingga pemberian remisi kepada para warga binaan.

Josua juga menegaskan bahwa proses awal pengajuan nama-nama yang akan mendapatkan remisi itu tetap dari UPT.

"Ya betulah (UPT yang mengusulkan) karena UPT yang tahu warga binaannya. Mereka (UPT) mengusulkan, baru kita proses lagi, kita periksa lagi, kita seleksi lagi, memangkah sudah layak dia dapat remisi, itulah kantor wilayah sebagai filternya, dari kantor wilayah lalu diteruskan lagi ke Ditjen Pas, dari daftar itu bisa saja ada yang dicoret, lalu hasilnya diteruskan ke UPT-UPT," jelasnya.

Josua juga menambahkan, saat ini proses pengusulan remisi sifatnya memang sudah mulai online, namun menurutnya versinya masih baru.

"Untuk (proses) remisi ini kan sebenarnya sudah online, namun versinya memang masih baru, jadi prosesnya itu masih dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) ke kanwil, itulah yang kita keluarkan. Tapi tetap berdasarkan dari Ditjen Pas itu yang jadi pedoman kita dan itulah yang kita keluarkan sekarang. Nah itu juga yang kita kirim ke UPT-UPT," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help