Manajemen Singgung Fisik Pemain Melempem, Eks Pelatih Fisik PSMS Beri Penjelasan

Dua pelatih PSMS Medan Yusuf Prasetio dan Suwanda telah dicoret oleh Manajemen. Berdasarkan keputusan itu

Manajemen Singgung Fisik Pemain Melempem, Eks Pelatih Fisik PSMS Beri Penjelasan
Eks Pelatih Fisik PSMS, Suwanda 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Ilham Fazrir Harahap

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pelatih PSMS Medan Yusuf Prasetio dan Suwanda telah dicoret oleh Manajemen. Berdasarkan keputusan itu, Manajemen tak lagi bekerja sama dengan keduanya lantaran tidak puas hasil kerja mereka saat ini.

Dari pernyataan CEO PSMS, Dhody Thahir, Yusuf Prasetio dinilai tak terlalu banyak berbuat sebagai Asisten. Ia hanya bisa memanfaatkan teknologi saja dalam membangun tim PSMS.

Sedangkan Suwanda sebagai Pelatih Fisik, menurutnya Tak meningkatkan kebugaran pemain dengan maksimal. Akhir-akhir ini CEO menilao stamina pemain mulai kendur.

Terkait pernyataan CEO yang menyinggung kondisi fisik pemain, Eks Pelatih Fisik PSMS Suwanda angkat bicara. Menurut Suwanda, Manajemen hanya mengambil keputusan sepihak. Tak ada pertemuan membahas evaluasi kondisi fisik secara langsung padanya.

"Mereka tidak ada berbicara langsung dengan saya soal kondisi fisik ini. Mereka secara langsung memutuskan hubungan kerja ini. Untuk meningkatkan kebugaran pemain itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi tidak ada tambahan asupan nutrisi," kata Suwanda saat dihubungi, Selasa (12/6/2018).

Berdasarkan jadwal padat yang dijalani PSMS selama Bulan Ramadan memang menguras tenaga. Suwanda menyebut hal itu tentu dibahas kewajaran. Pemain yang beragam Islam harus menjalani ibadah puasa sambil berlatih dan tanding. Belum lagi hal yang sangat menguras energi pemain ketika menjalani perjalanan jauh ke Kalimantan.

"Pemain membutuhkan sinergi juga. Saat itu kondisi pemain yang menjalani perjalanan jauh dan sedang berpuasa, tapi mereka harus makan tidak sesuai kebutuhan. Seharusnya pemain mendapat asupan nutrisi lebih usai menjalani pertandingan. Ini malah dapat sisa-sisa makanan untuk menahan rasa lapar mereka. Setelah itu pemain inisiatif beli makanan sendiri," katanya.

Lanjut Suwanda, dalam sepak bola Pemain tidak hanya dibutuhkan semangat saja. "Sepakbola tidak hanya membutuhkan semangat saja, tapi butuh sinergi. Sepak bola harus diimbangin dengan sports science. Bukan sepakbola untuk kepentingan sesaat yang semuanya akan berimbas pada prestasi tim itu sendiri," pungkasnya.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help