Mutiara Ramadan

Renungan Ramadan Prof Dr Komaruddin Hidayat: Mengapa Harus Beragama?

MENGAPA beragama? Jawaban yang muncul akan berbeda-beda, berkaitan dengan siapa yang ditanya. Bagi sebagian , malah aneh, mengapa mesti beragama.

Renungan Ramadan Prof Dr Komaruddin Hidayat: Mengapa Harus Beragama?
alchetron.com
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Komaruddin Hidayat 

Oleh Prof Dr Komaruddin HidayatGuru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

"Mutiara Ramadan" merupakan kerja sama Tribun Network dengan sejumlah ulama/cendikiawan Islam. Tulisan para narasumber dimuat selama Bulan Suci Ramadan 1439 H. 

MENGAPA beragama? Jawaban yang muncul akan berbeda-beda, berkaitan dengan siapa yang ditanya. Bagi sebagian masyarakat Barat atau China yang tidak beragama, justru malah aneh, mengapa mesti beragama.

Tetapi bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, akan heran kalau orang tidak beragama. Kalau seseorang beragama, masih juga muncul pertanyaan selanjutnya, agama apa yang dianut? Mengapa tidak ganti-ganti agama agar lebih banyak pengetahuan dan pengalamannya?

Terdapat dua kredo utama dalam beragama. Yaitu percaya akan adanya Tuhan dan percaya terhadap keabadian hidup setelah mati. Dua kredo ini merupakan dimensi pokok dalam setiap agama.

Di antara keduanya muncul konsep dan kepercayaan terhadap pembawa atau pendiri agama yang diyakini menerima mukjizat ataupun wahyu dari Tuhan untuk meyakinkan umatnya.

Wahyu ajaran Tuhan itu lalu dihimpun menjadi kitab suci, yang di dalamnya terdapat perintah dan panduan berbuat kebajikan, baik berupa ritual keagamaan maupun perilaku sosial horizontal.

Inti agama adalah kepercayaan pada Tuhan, namun mempunyai implikasi dalam berbagai kehidupan sehari-hari, sehingga muncul etika dan pranata sosial. Dari sekian agama yang ada, ajaran Islam yang paling detail memberikan panduan prilaku dan pranata sosial.

Cendekiawan Muslim, Prof Dr Komaruddin Hidayat saat hadir dalam peluncuran buku berjudul Hypno Parenting karya Dewi Yogo Pratomo, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012) malam.
Cendekiawan Muslim, Prof Dr Komaruddin Hidayat saat hadir dalam peluncuran buku berjudul Hypno Parenting karya Dewi Yogo Pratomo, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012) malam. (KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI | BANAR FIL ARDHI)

Baca: Daun Ubi Tumbuk dan Ikan Sale Jadi Makanan Favorit Dirut PTPN III Saat Berbuka Puasa

Baca: Boleh Puasa saat Mudik? Simak Dulu Nih, Penjelasan Kriteria Rukshah dari Ketua MUI

Bahkan sejak masuk dan keluar toilet saja ada formula doanya. Soal pembagian harta warisan, misalnya, Al-Quran juga memuat formula sangat detail. Mungkin ini sebagai antisipasi kalau sudah menyangkut harta, manusia maunya mendapatkan lebih, enggan dikurangi.

Namun begitu Al-Quran mengajarkan kasih sayang dan persaudaraan sesama keluarga sehingga dimungkinkan terjadi hibah dan hadiah secara suka rela jika dipandang ada anggota keluarga yang lebih memerlukan. Artinya, pelaksanaan pembagian harta warisan itu luas dan luwes.

Halaman
12
Editor: Domuara D Ambarita
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help