Suhu di Medan 36,2 Derajat, Panas Menyengat Empat Hari ke Depan

BBMKG Wilayah 1 Medan memperkirakan meningkatnya suhu udara ini akan tetap bertahan hingga empat hari ke depan.

Suhu di Medan 36,2 Derajat, Panas Menyengat Empat Hari ke Depan
bbmkg 1 medan
Citra suhu di wilayah Indonesia, 12 Juni 2018 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kota Medan mengalami peningkatan suhu udara dua hari belakangan yaitu 10 Juni- 12 Juni. Peningkatan Suhu udara ini berkisar 34 sd 36 °C.

Balai Besar Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan mencatat beberapa tempat di Sumatera yang terkena dampak suhu panas, yaitu Meulaboh 34,2 °C, Banda Aceh 35,2°C Sibolga 35 °C, Medan 36,2 °C, Deli Serdang 34,4 °C, Tuntungan 35,6 °C, Aceh Besar 36 °C, Tarempa 34 °C dan Tambang Riau 34,4 °C.

BBMKG Wilayah 1 Medan memperkirakan meningkatnya suhu udara ini akan tetap bertahan hingga empat hari ke depan.

"Kondisi ini diperkirakan akan bertahan, tiga hingga empat hari ke depan," ujar Edison Kurniawan, S.Si, M.Si Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, melaui sambungan telepon, Selasa (12/6/2018).

Edison mengutarakan peningkatkan suhu udara tersebut diakibatkan beragam faktor, seperti faktor global yaitu suhu muka laut di perairan Samudra Hindia sebelah barat Sumatera masih menghangat berkisar antara 29 derajat hingga 31 derajat, dan posisi matahari berada di utara khatulistiwa,

Kemudian faktor skala regional yaitu di wilayah Sumatera Utara terbentuk divergen atau arus udara yang menyebar, dan arah angin dominan dari barat hingga barat laut atau sering disebut southwest monsoon yang berasal dari benua Australia yang sifatnya kering.

Kantor Balai Besar Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan
Kantor Balai Besar Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan (tribun medan/royandi)

Selanjutnya faktor skala lokal yaitu dari data udara atas, kelembapan di udara atas (pada lapisan 850 hingga 500 mb cukup kering) berkisar antara 50 hingga 60 persen, dan angin perlapisan juga cukup kencang dengan kecepatan 10 hingga 40 km/jam.

"Hal ini mengakibatkan berkurangnya pertumbuhan awan di wilayah Sumatera Utara, dan akibat kelembapan cukup kering dan tidak adanya pertumbuhan awan sehingga radiasi sinar matahari langsung masuk kepermukaan bumi yang mengakibatkan kondisi udara cukup panas dan gerah," ujar Edison.

Selain itu kata Edison, wilayah Sumatera Utara sudah memasuki musim kemarau Hal ini menyebabkan meningkatnya suhu udara di wilayah Sumatera Utara khususnya di Kota Medan. (ryd/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help