Home »

Sumut

Liga 1

Bila Empat Laga Tersisa PSMS Mengecewakan, Suporter Siapkan Aksi Besar-besaran

Bahkan, Lawren menyayangkan tidak adanya surat resmi pemecatan kedua orang tersebut.

Bila Empat Laga Tersisa PSMS Mengecewakan, Suporter Siapkan Aksi Besar-besaran
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Ketua Smeck Hooligan, Lawren Simorangkir 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

Tribun-Medan.com, MEDAN - Menanggapi kisruh yang mulai memanas di internal PSMS Medan, sepertinya kelompok suporter Smeck Hooligan tampak yang paling tenang dibandingkan dua kelompok suporter lainnya PFC dan Kampak FC.

Kedua suporter lainnya telah gencar menyuarakan dan menyurati manajamen PSMS dengan meminta Mundurnya CEO Dodi Tahir dan Sekretaris Julius Raja.

Kedua sosok ini dinilai biang kerok dari keterpurukan Ayam Kinantan hingga pekan ke-13 ini.

Ternyata dari sikap diam mereka, Smeck Hooligan telah mempersiapkan aksi lebih besar dibandingkan aksi yang pernah dilakukan sebelumnya kala meminta percepatan Stadion Teladan direnovasi pada Desember 2017 lalu.

"Sudah ini juga sudah kita pikirkan, setelah kita lihat dari PFC dan Kampak telah mengeluarkan satu statement. Kita pada hari Minggu, seluruh pimpinan basis Smeck dan kita akan siap turun di jalan," kata Ketua Smeck Hooligan, Lawren Simorangkir kepada Tribun-Medan.com, Rabu (13/6/2018) di Medan.

Namun hal ini akan terealisasi melihat dari 4 laga tersisa jelang jeda musim kompetisi Liga 1. Bila hasil buruk menghantui laga tersisa maka seluruh komponen Smeck akan turun menggeruduk Manajamen PSMS.

"Ada empat laga tersisa sebelum libur pertengahan kompetisi. Kita masih lihat dulu, seandainya hasilnya tidak memuaskan dan dikarenakan kebobrokan managemen maka kita akan melakukan aksi yang jauh lebih besar," bebernya.

Baginya pemecatan Asisten Pelatih M. Prasetyo (Yoyo) dan Pelatih Fisik, Suwanda adalah sebuah kesalahan manajamen karena tidak atas sepengetahuan pelatih kepala.

Bahkan, Lawren menyayangkan tidak adanya surat resmi pemecatan kedua orang tersebut.

"Asisten pelatih ada dua dan dipecat tanpa sepengetahuan pelatih kepala. Itu dari pengurus. Ini mau kita tanyakkan, karena kita lihat kalau kita datang ke Kebun Bunga pengurus ini lari. Smeck itu udah kayak drakula dibikin. Berani berbuat ayo bernai tanggung jawab. Bahkan tidak ada surat pemecaran Yoyo dan Wanda, mereka tahunya dari media sosial. Ini menghargai atau tidak? Jadi ini yang harus kita ubah," sebutnya.

Akan dapat merepotkan semua pihak, sambungnya penyebab Smeck belum menyatakan sikap dan belum turun aksi menuntut manajamen.

"Karena kalau kami sudah turun aksi, yang repot nanti polisi dan masyarakat. Untuk itu manajamen harus lebih berhati-hati dalam berucap dan bersikap karena PSMS punya khalayak banyak, bukan milik pribadi," pungkasnya.

(cr10/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help