Ramadan 1439 H

Jelang Lebaran, BBPOM Medan Minta Konsumen Hindari Membeli Kue dan Manisan Curah dan Terbuka

Konsumen harus menghindari membeli kue lebaran dan manisan yang dijual curah dan terbuka, khususunya makanan yang tidak begitu kering.

Jelang Lebaran, BBPOM Medan Minta Konsumen Hindari Membeli Kue dan Manisan Curah dan Terbuka
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Sejumlah pedagang kue lebaran musiman mulai muncul di pasar-pasar tradisional. BBPOM mengingatkan konsumen agar teliti membeli kue dan manisan untuk lebaran 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, sejumlah pasar diserbu masyarakat. Pengunjung tidak hanya membeli pakaian, namun juga membeli kebutuhan lebaran seperti kue kering dan manisan

Biasanya, kue-kue lebaran tersebut dijual dengan kemasan bervariasi seperti per kotak, per kaleng ataupun per kilo. Banyaknya penjual kue musiman membuat konsumen harus teliti membeli kue lebaran dan manisan, khususnya kue dan manisan yang dijual curah.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Yulius Sacramento mengatakan, konsumen harus menghindari membeli kue lebaran dan manisan yang dijual curah dan terbuka, khususunya makanan yang tidak begitu kering.

“Kalau beli kue dan makanan, lihat jenis makanannya. Kalau mudah rusak, agar beli yang berkemasan. Jadi jangan sembarangan, misalnya kue-kue kan. Jadi kue-kue itu jangan yang terbuka, kayak curah. Hindarilah seperti itu, apalagi kalau makanan itu tidak terlalu kering,” ujarnya saat dihubungi Tribun Medan, Rabu (13/6/2018).

Ia menjelaskan, saat ini banyak ditemukan penjual roti, kue ataupun makanan lainnya yang dijual curah. Penjual hendaknya tahu siapa dan di mana pembuatan produk yang dijualnya tersebut.

Hal ini dikarenakan kue ataupun makanan tersebut tidak bermerek, sehingga tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Toko atau siapapun pengepul itu harus tahu persis di mana buatnya dan siapa yang buat. Untuk mencegah, entah itu produk lama yang dijual, entah kapan dibuatnya. Jadi itu yang paling utama. Kalau tidak jelas labelnya, bukan olahan resmi, hindarilah,” katanya.

Konsumen pun diminta untuk memastikan bagaimana tempat menjual produk kue tersebut. Dikatakannya, jika membeli kue curah dan tidak bermerek, pastikan pembeli melihat bagaimana makanan itu ditempatkan. Jangan sampai kue yang akan dikonsumsi tersebut diletakkan di ember yang tidak layak.

Baca: Rajuddin Sagala Minta BBPOM Awasi Peredaran Lengkong Berformalin, Jangan Cuma Terima Laporan

Baca: Hati-hati Lengkong Berformalin Sudah Beredar di Pasar! BPPOM Amankan Barang Bukti Lima Ton

“Pembeli pun kalau umpamanya membeli curah, tidak bermerek, pastikan lihat tempatnya. Jangan sampai karena curah, mohon maaf, ditaruh di ember-ember. Embernya entah bekas apa, atau kotor. Apalagi kalau ember atau kaleng itu bekas bahan kimia, itu enggak boleh,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help