Karutan Tarutung Jaya Saragih Sebut Lebaran di Tempat Kerja, Keluarga Sudah Paham

Karutan Tarutung Jaya Saragih tidak mempermasalahkan saat lebaran tidak bisa pulang ke kampung halaman

Karutan Tarutung Jaya Saragih Sebut Lebaran di Tempat Kerja, Keluarga Sudah Paham
Karutan Tarutung Jaya Saragih 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Karutan Tarutung Jaya Saragih tidak mempermasalahkan saat lebaran tidak bisa pulang ke kampung halaman.

"Inilah tanggungjawab kita sebagai pekerja dan pengabdi kepada negara. Jadi saya tidak terlalu canggung saat lebaran tidak pulang ke kampung halaman,"kata Jaya, Rabu (12/6/2018).

Dikatakannya, dirinya standby di kantor untuk bekerja dan memantau aktivitas dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang akan melaksanakan ibadah salat Idul Fitri 1439H. Maka dari itu, katanya, seluruh Kalapas ataupun Karutan wajib standby di kantor.

Mengenai bagaimana cara dirinya menyikapi tidak bisa ke kampung halaman dan berlebaran bareng keluarga, orang nomor satu di Rutan Tarutung ini menyatakan tidak masalah. Dirinya sudah mengatakan dan memberitahukan kepada istri dan anaknya.

"Saya sudah bilang, kalau lebaran tiba seperti biasa. Kita tidak bisa pulang kampung. Jadi istri dan anak saya yang datang ke sini dan lebaran di sini,"ujarnya.

Ia mengaku sudah menjadi hal biasa dan harus dilaksanakan bagi seorang pengabdi negara untuk terus bekerja meskipun lebaran tiba.

"Awalnya memang teramat sangat berat. Tapi lambat laun sudah menjadi biasa. Toh juga walaupun tidak bisa lebaran di kampung halaman, kami bisa lebaran di kampung halaman orang lain,"katanya seraya menyatakan yang penting kan dalam lebaran bisa kumpul bareng keluarga.

Dirinya sangat berterimakasih kepada sang istri karena bisa memahami ritme kerja dirinya. "Istri dan anak saya sudah bisa menerima dengan pola kerja saya. Yang diharuskan standby dan tidak bisa mudik saat lebaran,"gumamnya.

Ia mengaku, pascalebaran dirinya baru bisa pulang ke kampung halaman mereka yang ada di Siantar.

"Habis remisi la nanti baru bisa saya mudik. Dan itu ternyata lebih menyenangkan. Lebaran bareng keluarga di rutan. Bisa melihat WBP saling Salim dengan keluarga mereka yang berkunjung untuk melihat,"katanya.

(Akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help