Home »

News

» Sains

Kenalkan Apel Pantai, yang Dijuluki Pohon Kematian, Jangan Pernah Menyentuhnya!

Rasa manis pada gigitan pertama seketika berubah menjadi pedih, terbakar serta rasa sesak yang luar biasa.

Kenalkan Apel Pantai, yang Dijuluki Pohon Kematian, Jangan Pernah Menyentuhnya!
Hans Hillewaert/Wikimedia Commons
Buah apel pantai, Hippomane mancinella, pohon paling beracun 

Getah pada pohon ini pun juga mengandung berbagai racun, tetapi reaksi yang paling serius diperkirakan berasal dari phorbol ester, senyawa kimia yang ditemukan di beberapa tanaman dan biasanya beracun.

Celakanya, phorbol sangat larut dalam air. Jadi, pastikan jangan berdiri di bawah pohon manchineel sewaktu hujan. Sebab, tetesan air hujan yang membawa getah encer masih bisa membakar kulit Anda.

"Meski begitu, ancaman kematian yang sebenarnya berasal dari buah bulat kecil. Memakan buah tersebut dapat berakibat fatal, membuat muntah dan diare, serta dehidrasi akut," tulis Ella Davies di BBC.

Masih ada lagi kasus lain yang diakibatkan pohon tersebut. Pernah ada laporan yang menyebut jika terjadi kasus peradangan mata yang parah dan bahkan kebutaan gara-gara asap pembakaran kayu manchineel.

Sifat-sifat yang mengerikan inilah yang membuat banyak papan peringatan harus ditempatkan di sekitarnya, termasuk juga mengecat beberapa bagian pohon.

Papan peringatan yang menjelaskan bahaya memegang semua bagian pohon Manchineel
Papan peringatan yang menjelaskan bahaya memegang semua bagian pohon Manchineel (science alert)

Berguna bagi ekosistem 

Pohon ini memang bisa dibilang membawa bencana, dan kita tentu saja bisa memusnahkannya dengan mudah. Namun, mereka memiliki peran penting dalam ekosistem lokal.

Pohon manchineel berfungsi sebagai semak besar yang padat, sehingga menjadi penahan angin yang sangat baik dan perlindungan terhadap erosi di pantai Amerika Tengah.

Selain itu, tukang kayu Karibia telah menggunakan kayu Manchineel untuk keperluan pembuatan furnitur selama berabad-abad. Mereka mengakalinya dengan memotong kayu dengan hati-hati dan menjemurnya di bawah sinar matahari untuk menetralisir getah beracun.

Beruntung, Strickland dan temannya hanya memakan sedikit buah dan bisa hidup untuk menceritakan kisah itu.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help