Ramadan 1439 H

Prediksi 1 Syawal NU dan Muhammadiyah Sama, Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat

Lebaran akan tiba. Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal untuk penetapan awal bulan Syawal 1439H/2018 M.

Prediksi 1 Syawal NU dan Muhammadiyah Sama, Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat
Tribun Medan / Nanda
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat menjajal teropong jenis ED80CF yang akan digunakan sebagai alat pemantau hilal Bulan Ramadan di Anjungan Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (26/5/2017). (Tribun Medan / Nanda) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Lebaran akan tiba. Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Syawal 1439H/2018 M.   

Seperti diketahui, pemerintah sudah menetapkan 97 titik pemantauan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Di Sumut, seperti tahun sebelumnya, ada dua lokasi pemantauan yakni di Lantai IX Kantor Gubernur Sumut
dan Observatorium OIF UMSU

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1439 H. Sidang akan dilaksanakan pada Kamis (14/6/2018) di Jakarta, besok.

"Sidang isbat awal Syawal akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Juni 2018 di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl MH Thamrin Nomor 6, Jakarta," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Juraidi.

Rencananya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan memimpin langsung sidang isbat. Kemenag akan menetapkan kapan umat Islam Idonesia akan berhari Raya Idul Fitri1 Syawal 1439 Hijriah melalui mekanisme tersebut.

Baca: Inilah 13 Ucapan Idul Fitri 2018, Bermaaf-maafan Bisa Dibagi lewat SMS dan WA

Baca: Untaian Doa yang Mesti Dilafalkan untuk Menyambut Hari Idul Fitri

Baca: Hukum Takbiran dan Lafal Bacaan Menyambut Hari Raya Idul Fitri

ILUSTRASI (Istimewa)
ILUSTRASI (Istimewa) (Istimewa)

Baca: Kabar Terbaru Pendaftaran CPNS 2018, BKN Sudah Unggah Secara Online Proses Seleksi

Baca: Fakta Mencengangkan Pelatih Baru Real Madrid, Pernah Bela Real Madrid dan Barcelona

Baca: Ada Aturan Baru Off-Side di Piala Dunia, Ini Penjelasan Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina 

Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung didampingin Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Medan Syahnan mengamati hilal menggunakan teleskop dari lantai 9 kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan, Sabtu (24/6/2017). (Tribun-Medan.com/Andimaz Kahfi)
Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung didampingin Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Medan Syahnan mengamati hilal menggunakan teleskop dari lantai 9 kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan, Sabtu (24/6/2017). (Tribun-Medan.com/Andimaz Kahfi) (Tribun-Medan.com/Andimaz Kahfi)

Rangkaian Sidang Isbat, jelas Juraidi, akan diawali dengan pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal berdasarkan data hisab oleh pakar astronomi.

Baca: Buat Anda Pengguna Instagram: Lupa Pasword hingga Diblokir? Simak 4 Solusi Berikut

Baca: H-3 Lebaran, Kapolda Pantau Arus Mudik dan Jalur Wisata, Arus Lalu Lintas Masih Lancar

Data hisab menunjukkan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1439 H jatuh pada Kamis (14/6/2018) sekitar pukul 02:43 WIB. Sedangkan tinggi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 6 derajat 4 menit sampai 7 derajat 34 menit.

"Rukyatul hilal akan dilaksanakan pada Kamis sore," jelasnya.

Selepas Maghrib, lanjut Juraidi, akan digelar Sidang Isbat secara tertutup yang dipimpin oleh Menteri Agama. Direktur Urais dan Binsyar, dalam sidang tersebut, akan melaporkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan pada 95 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Salomo Tarigan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help