Seorang Diri Tumpas Pengacau, Kehebatan Anggota Kopassus Satu Ini Melegenda dan Tercatat di Sejarah

Perjuangan aparat negara demi pertahanan negara, kadang tak diketahui oleh generasi muda

Seorang Diri Tumpas Pengacau, Kehebatan Anggota Kopassus Satu Ini Melegenda dan Tercatat di Sejarah
Pratu Suparlan menawarkan diri untuk menahan serangan Fretilin. 

300 orang Fretilin itu membawa senjata, disertai senapan serbu, pelontar granat, dan monar.

Akhirnya, terjadilah pertempuran sengit di antara Kopassus dan Fretilin.

Jumlah anggota Kopassus yang kalah jauh dari para pengacau itu, membuat mereka kewalahan.

Apalagi, cuaca ekstrem melanda di tengah gempuran senjata peperangan.

Baca: Mengejutkan Pengakuan Wanita Ini, Ngaku Sudah Menikah dan Punya Anak dengan Iqbaal Ramadhan

Baca: Timses Paslon Pilkada Tewas Ditembak, Kapolda: Pelaku Serahkan Diri atau Saya Cari ke Liang Kubur

Tembakan yang membabibuta ini, semakin membuat anggota Kopassus kocar-kacir.

Parahnya, mereka tak bisa bergerak leluasa karena di belakangnya terdapat jurang curam.

Tujuh anggota Kopassus pun berguguran terkena serangan.

Mau tak mau, Letnan Poniman pun memberi perintah untuk mundur.

Melihat kondisi alamnya, anggota Kopassus hanya memiliki satu jalan keluar, yakni melalui celah bukit yang ada di sekitar mereka.

Sayangnya, kepungan Fretilin yang sangar dan sadis itu dinilai tak memungkinkan pelarian mereka.

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved