Wasekjen Nuruzzaman Bongkar Aib Gerindra dan Siap Gembosi Partai Besutan Prabowo

Nuruzzaman juga tegas membantah tudingan Fadli yang sebut dirinya ingin pindah ke partai lain.

Wasekjen Nuruzzaman Bongkar Aib Gerindra dan Siap Gembosi Partai Besutan Prabowo
dok/kolase
Wasekjen Nuruzzaman dan Fadli Zon 

Manuver Gerindra yang sangat patriotik sekarang lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politis busuk yang hanya berkutat pada kepentingan saja, sama sekali hilang INDONESIA RAYA yang ada di dada setiap kader Gerindra.

Makin parah lagi, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana saya merasa sangat berat untuk melangkah berjuang karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitnya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat.

Isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elit Gerindra yang semua haus kekuasaan dunia saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat di mana Bapak harusnya berpijak.

Saya adalah santri yang berjuang berdasarkan platform kepedulian dan keberanian.

Garis yang sama seperti saya kenal Bapak di awal yang kemudian saya kecewa karena Bapak sudah makin tuli untuk mendengar kami yang masih ingin berjuang demi Indonesia melalui Partai Gerindra.

Oleh sebab itu, saya sudah berfikir untuk mundur dari Gerindra pada Desember 2017 lalu karena kontibusi dan ketulusan saya berjuang bersama tidak pernah terakomodir. Sehingga, tinggal mencari momen yang tepat yang sesuai dengan premis awal saya di atas.

Hari ini, 12 Juni 2018, saya marah. 
Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden.

Bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga diri dan marwah, sesuatu yang Pak Prabowo tidak pernah bisa paham karena Bapak lebih mementingkan hal politis saja.

Akhir kata, saya Mohammad Nuruzzaman, kader Gerindra hari ini mundur dari Partai Gerindra dan saya pastikan, saya akan berjuang untuk melawan Gerindra dan elit busuknya sampai kapan pun.

Semoga Bapak selalu sehat.

Cirebon, Selasa, 12 Juni 2018

Wallahul Muwafiq ila aqwamith Thariq
Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mohammad Nuruzzaman

Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra"

Selain itu, beredar pula rekaman video yang memperdengarkan Nuruzzaman bacakan surat terbuka.

Pantauan TribunJakarta.com, di media sosial twitter, Fadli Zon bongkar sebuah fakta terkait mundurnya Nuruzzaman.

Menurutnya Nuruzzaman memang sudah lama tidak aktif di Partai Gerindra.

Tak hanya itu, menurut Fadli Zon, Nuruzzaman juga bukan merupakan Wakil Sekjen.

"Seingat sy ia sdh lama tak aktif di n bukan Wakil Sekjen," tulis Fadli, Rabu (13/6/2018).

Fadli mengungkapkan Nuruzzaman ingin pindah ke partai lain.

"Kabarnya mmg mau pindah partai. @Gerindra selalu berjuang utk Indonesia Raya." tulis Fadli.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Mundur dari Gerindra, Mohammad Nuruzzaman Bongkar Cara Partainya Menangi Pilgub DKI Jakarta,
Penulis: Januar Adi Sagita 

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help