Ramadan 1439 H

BMKG Pastikan 1 Syawal 1439 Hijriyah  Jumat 15 Juni 2018

Tengku Erry Nuradi mengatakan di seluruh Indonesia apakah sudah ada tanda bulan yang menunjukkan kita akan masuk pada 1 Syawal 1439 Hijriyah

BMKG Pastikan 1 Syawal 1439 Hijriyah  Jumat 15 Juni 2018
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Edison Kurniawan dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi bersama Wagub Nurhajizah Marpaung 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) wilayah 1 Medan beserta dengan Kemenag dan Pemrovsu, melakukan pengecekan Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1439 Hijriyah, di lantai IX Gedung Pemprovsu, Kamis (14/6/2018).

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan hari ini diseluruh Indonesia diadakan Rukyat Hilal, apakah sudah ada tanda bulan yang menunjukkan kita akan masuk pada 1 Syawal 1439 Hijriyah.

Di beberapa tempat di Indonesia dilaporkan seperti di Indonesia timur, Papua dan Sulawesi telah kelihatan Hilal.
Kita melakukan pemantauan di gedung lantai IX Kantor Gubernur Sumut bersama BMKG dengan teropong yang sudah dipersiapkan.

"Mudah-mudahan tidak ada kendala dan akan diambil kesimpulan setelah di cek bahwa kita akan berada di 1 Syawal 1439 Hijriyah," kata Erry.

Sebagaimana diketahui, bahwa pergantian di tahun Hijriyah datang pada magrib, berada dengan masehi yang jatuhnya pada jam 24.00 WIB.

"Makanya hari ini kita melakukan pengecekan Rukyat Hilal memastikan bahwa kita akan memasuki 1 Syawal," ujar Erry.

Baca: Bus Pinem Terguling di Kota Pinang, Warga Ngeri Lihat Korban Tergencet

Baca: Viral Video Baku Hantam Gegara Mobil Terjebak Macet, Hotnida Sirait Dikeroyok dan Ayahnya Dipukul

Sementara itu, Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Edison Kurniawan mengatakan untuk wilayah Medan penghitungan Hilal mengacu pada 2 ketentuan.

Pertama berdasarkan pada konfrensi internasional tahun 1978 di Istanbul Turki, bahwa pergantian bulan baru, harus tinggi Hilal minimal 5 derajat, kemudian elongasi 8 derajat

Kedua berdasarkan ketentuan Al Rukyat Mabims, yaitu beberapa Kementerian agama yang berada di Asean, mulai dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Indonesia, sepakat bahwa syarat untuk pergantian bulan baru, tinggi Hilal adalah 2 derajat, kemudian elongasi 3 derajat.

"Pada saat ini di Kota Medan khususnya, kita sudah melihat bahwa berdasarkan perhitungan Hilal itu tingginya sudah mencapai 7 derajat, sudah lebih dan elongasi 8 derajat, artinya sudah memenuhi dua ketentuan," kata Edison di Lantai IX Gedung Pemprovsu, Kamis (14/6/2018).

"Kemudian umur bulan sendiri, juga sudah mencapai 15 jam lebih, mulai saat dari terjadinya Ijtima pada pukul 02.43 WIB dan juga matahari terbenam pada 18.43 WIB di Kota Medan. Itu selisihnya mencapai 15 jam, jadi artinya Insya Allah pada sore hari ini kota sudah memasuki 1 Syawal 1439 Hijriyah," ungkap Edison.

Lebih lanjut, Edison menuturkan bahwa pada saat ini pengamatan Hilal di wilayah Kota Medan tertutup oleh awan sehingga kesulitan untuk melihat posisi Hilal.

"Berdasarkan perhitungan tadi, tinggi hilal sudah mencapai 7 derajat dan itu sudah memenuhi ketentuan dari yang sudah diberlakukan baik dari konfrensi internasional di Istanbul Turki dan juga berdasarkan Al Rukyat Mabims," pungkas Edison

(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved