Kapal Karam Timbulkan 15 Korban Jiwa, Polisi Tetapkan Nakhoda sebagai Tersangka

Nakhoda sekaligus pemilik kapal nelayan KM Arista yang karam di perairan Makassar ditetapkan sebagai tersangka

Kapal Karam Timbulkan 15 Korban Jiwa, Polisi Tetapkan Nakhoda sebagai Tersangka
Tribun-Timur.com
Kapal Tenggelam 

TRIBUN-MEDAN.com - Nakhoda sekaligus pemilik kapal nelayan KM Arista yang karam di perairan Makassar ditetapkan sebagai tersangka.

Nakhoda kapal, Kila kini ditahan di Direktorat Polisi Air Polda Sulawesi Selatan.

"Kami sudah tetapkan nakhoda kapal sebagai tersangka. Sejak kemarin, nakhoda kapal diamankan di Polres KPPP Pelabuhan Makassar untuk menjalani pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani ketika dikonfirmasi, Kamis (14/6/2018). 

Mulai Kamis ini, proses hukum akan ditangani Dit Polair Polda Sulawesi Selatan dan Kila akan ditahan di sana. 

Dicky mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. 

"Tersangka memaksakan membawa penumpang, padahal kapalnya adalah kapal nelayan. Mengangkut lagi penumpang lebih dari 40 orang sampai kelebihan muatan," ujarnya. 

Pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.

Namun, dia tidak mengetahui jumlah total penumpang di kapal tersebut.

Penumpang, lanjut dia, juga tidak dilengkapi jaket pengaman saat berada di atas kapal.

Sebelumnya, berdasarkan kronologis kejadian, pada Rabu (13/6/2018) pukul 12.45 Wita, terjadi kecelakaan di perairan Makassar (perairan Gusung) Kecamatan Ujung Tanah Makassar, perahu KM Arista tenggelam.

 

Kapal yang dinakhodai Kila dengan puluhan penumpang itu, bergerak dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo Makassar Kecamatan Sangkarrang, Makassar.

Namun, di pertengahan jalan, kapal oleng dihempas ombak, karena diduga muatan berlebihan sehingga membuat kapal tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terbalik dan selanjutnya karam.

Dalam kejadian itu, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help