Komunisme Runtuh, Ketika Vladimir Putin Ucapkan Selamat Idul Fitri Pada Umat Muslim Rusia

Setelah komunisme runtuh dan berganti menjadi menjadi negara Federasi Rusia yang lebih terbuka dengan sistem sosialis

Komunisme Runtuh, Ketika Vladimir Putin Ucapkan Selamat Idul Fitri Pada Umat Muslim Rusia
Perayaan Idul Ftri di Moskow 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah komunisme runtuh dan berganti menjadi menjadi negara Federasi Rusia yang lebih terbuka dengan sistem sosialis, kehidupan beragama di Rusia makin berkembang pesat.

Hingga saat ini, umat Islam di Rusia berjumlah sekitar 20 juta orang dari jumlah total penduduk Rusia yang berjumlah lebih dari 150 juta orang.

Dengan jumlah warga muslimnya yang makin berkembang itu, setiap Idulfitri, Presiden Rusia Vladimir Putin selalu memberikan ucapan secara khusus melalui akun twitternya.

Kalimat Putin yang rutin diucapkan untuk warga muslim Rusia yang sedang merayakan Idulfitri antara lain bahwa Idulfitri merupakan perayaan suci yang dirayakan seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Putin juga menyinggung tentang bulan Ramadan yang telah menempa kaum muslim baik lahir maupun batin dalam upaya memperbaiki diri secara moral dan meningkatkan ketaqwaan.

Ia juga menyerukan agar umat Islam selalu bersemangat untuk berbuat yang terbaik setelah Ramadan.

Contoh kartu ucapan Idul Fitri dalam Bahasa Rusia
Contoh kartu ucapan Idul Fitri dalam Bahasa Rusia

Di ibukota Rusia, Moskow setiap Idulfitri selalu ada pemandangan luar biasa karena masjid besar yang ada di sana menjadi pusat untuk sholat Idulfitri.

Demikian banyaknya warga muslim Rusia yang menjalankan sholat id di Moskow hingga jalan jalan raya seputar masjid digunakan untuk salat.

Usai salat Id warga muslim Rusia juga saling bersalam-salaman dan saling berkunjung antar saudara.

Baca juga: Bukan Donald Trump Apalagi Kim Jong Un, Inilah Presiden yang Paling Akrab Dengan Vladimir Putin

Warga muslim Rusia bisa merayakan Idul Fitri secara leluasa karena merupakan hari libur nasional Rusia.

Tags
Rusia
Islam
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help