Akses ke Makam Raja Naipospos Semakin Sulit Karena Penebangan Pinus

Puing pohon pinus rawan berguling dan membahayakan masyarakat yang hendak ke makam Raja Naipospos

Akses ke Makam Raja Naipospos Semakin Sulit Karena Penebangan Pinus
Tribun Medan (Hendrik Naipospos)
Puing penebangan pohon pinus di Dolok Imun mempersulit akses ke makam Raja Naipospos, Jumat (16/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Butuh waktu sekitar dua jam dari kaki Dolok Imun menuju makam Raja Naipospos.

Tak ada akses jalan ke sana, keturunan Naipospos yang ingin berziarah harus berjalan mendaki sembari menebas belukar dengan parang.

Perjalanan semakin sulit lantaran banyaknya pohon pinus ditebang di sekitar makam Raja Naipospos.

Puing kayu yang belum diangkut berserakan dan rawan berguling.

Tak hanya itu, jalan yang seharusnya subur sudah gersang dan penuh abu.

Remaja Naipospos dari Kota Medan dan Tapanuli Utara berziarah ke makam Raja Naipospos, Dolok Imun, Jumat (15/6/2018)
Remaja Naipospos dari Kota Medan dan Tapanuli Utara berziarah ke makam Raja Naipospos, Dolok Imun, Jumat (15/6/2018) (Tribun Medan (Hendrik Naipospos))

Baca: Kisah Belasan Remaja Telusuri Dolok Imun untuk Ziarah ke Makam Raja Naipospos

Baca: Remaja Naipospos Telusuri Dolok Imun, Temukan Batu Parningotan dan Partangiangan

Diwawancarai www.tribun-medan.com di perjalanan menuju Dolok Imun, Ketua Naposo (Remaja) Naipospos Kota Medan Samuel Lumban Gaol menyayangkan penebangan pohon pinus ini.

Hasil diskusi dengan Naposo Naipospos Tapanuli Utara, Dolok Imun adalah kawasan hutan lindung, sehingga pohon di sana tak boleh ditebang oleh siapa pun.

"Apabila penebangan ini mendapat izin dari pemerintah setempat, maka kami sangat menyayangkannya. Selanjutnya, kami akan berdiskusi dengan Naposo Naipospos se-Indonesia untuk menentukan sikap," ucap Samuel, Jumat (16/6/2018).

Sekadar informasi, Naposo Naipospos Medan dan Tapanuli Utara bersama-sama menelusuri Dolok Imun pada 15-16 Juni 2018.

Keduanya bahkan sempat berdiskusi untuk membangun jalan setapak ke makam Raja Naipospos agar mudah diziarahi.

(hen/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved