Home »

Taput

Idul Fitri 1439 H

Hal Ini yang Paling Dinantikan Warga Taput saat Lebaran, Hanya Berlangsung Setiap Tahun

Di daerah ini warga mewadahi diri sendiri, seperti menggelar pasar rakyat. Pedagang musiman pun turut menyediakan kebutuhan pengunjung

Hal Ini yang Paling Dinantikan Warga Taput saat Lebaran, Hanya Berlangsung Setiap Tahun
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Pengunjung berbincang dengan Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan saat meninjau Pasar Rakyat di Huta Tonga Aek Puli, Desa Simangumban Julu Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (16/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT-Umat Islam Tapanuli Utara (Taput) memiliki cara tersendiri menghabiskan libur Hari Raya Idulfitri 1439 H, seperti terpantau di Huta Tonga Aek Puli, Desa Simangumban Julu, Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (17/6/2018). mereka bisa semringrah bersama keluarga dan kerabat meski tidak dengan bermewah-mewah.
 

Mereka terlihat berbeda dibandingkan dengan yang ada di perkotaan. Di daerah ini warga mewadahi diri sendiri, seperti menggelar pasar rakyat. Pedagang musiman pun turut menyediakan kebutuhan pengunjung. Mulai dari mainan anak-anak, aneka makanan, serta keperluan lainnya hingha kaus kaki.
 

Lokasi ini berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara-Kabupaten Tapanuli Selatan tepatnya di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Keunikan yang membuat berbeda, pasar rakyat sekaligus menjadi pusat silaturahmi. Terlihat, umat Islam yang datang dari besa berbeda saling salam dan peluk.
 

Pantauan Tribun, pasar tersebut warga sejak pagi berduyun-duyun memadati lokasi tersebut. Tepat di bawah lokasi pasar rakyat itu, terdapat sungai yang menjadi sasaran anak-anak berenang. Para orang tua duduk di tenda-tenda bertiang bambu memperhatikan betul kegembiraan anak-anaknya melawan arus sungai.
 

S Gultom (40) Warga Sarulla Taput yang berkunjung mengatakan, sengaja memilih tempat tempat ini untuk menghabiskan masa libur Lebaran. Alasannya, tidak membutuhkan biaya yang mahal serta tidak perlu jauh-jauh membawa anak-anaknya ke Perkotaan.
 

"Setelah bikin acara keluara di rumah kami sengaja ke sini. Tiap libur lebaran memang lebih suka di sini, dan anak-anak juga senang,"sebutnya.
 

Baca: Rahmawaty Kaget Lihat Buaya Ekor Buntung di Asam Kumbang, Ada Juga yang Berusia Hampir 50 tahun

Baca: Liburan ke Gundaling, Febby Marpaung Pilih Naik Kuda Keliling Bukit Kubu 

Baca: Libur Lebaran, Warga Medan Boyong Keluarga ke Bukit Kubu, Hamparan Rumput jadi Daya Tarik

Pria bekumis ini menuturkan, lokasi ini sudah menjadi pilihan bagi mereka. Katanya, pasar rakyat itu hanya ada dua kali dalam setahun, yakni pada Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru.
 

Gultom satu di antara pedagang mengatakan, Pasar rakyat tersebut telah berlangsung sejak hari pertama Lebaran dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Karenanya, warga memafaatkan suasana berdagang secara musiman.
 

"Sehabis salat Id, kami sengaja langsung jualan. Dan memang hanya jualan saat libur keagamaan saja. Bukan tiap hari,"kata Gultom menjawab saat berbincang dengan Sutrisno Pangaribuan Anggota DPRD Sumut yang sengaja menyempatkan diri melihat suasana warga melangsungkan libur Lebaran.
 (cr1/tribun-medan.com) 

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help