Pasar Saham Rontok, Khawatir Perang Dagang AS China Meletus

Pasar pun khawatir dengan sikap AS yang melabrak banyak negara dengan seruan perdagangan tak adil.

Pasar Saham Rontok, Khawatir Perang Dagang AS China Meletus
(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bursa Asia merosot di perdagangan Senin pagi (18/6). Investor menahan uangnya, mewaspadai hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China yang makin panas.

MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2%, mendekati level terendahnya sejak 31 Mei. Pasar China dan Hong Kong ditutup hari ini karena libur festival Dragon Boat.

Sementara itu, Indeks Nikkei Jepang merosot 0,7%, dipicu kekhawatiran proteksionisme akan menjegal ekspor Jepang, yang saat ini masih tumbuh lebih baik ketimbang perkiraan.

Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menjatuhkan tarif berat sampai 25% atas produk impor China bernilai US$ 50 miliar. Tarif yang berimbas pada 800 produk penting China ini, termasuk mobil, akan berlaku 6 Juli.

China pun diberitakan akan membalas dengan memberlakukan tarif yang sama beratnya dengan sikap AS, yang berdampak pada 659 produk AS. Produk impor dari AS yang dibidik sekitar 659 produk bernilai US$ 50 miliar.

Pasar pun khawatir dengan sikap AS yang melabrak banyak negara dengan seruan perdagangan tak adil.

"Saat ini ada gesekan perdagangan, bukan hanya antara AS dan China, tapi juga AS dan aliansinya. Trump bahkan bisa menekan negara lain seperti Jepang dan NATO," ata Yoshinori Shigemi, global market strategist di JPMorgan Asset Management di Tokyo, seperti dikutip Reuters.

Dia menyebut, saat ini investor menghindari saham-saham high-tech dan emiten kecil. "Masih banyak likuiditas, tapi investor berhati-hati," katanya.

Selain itu, saham-saham perusahaan energi paling banyak mengalami penurunan karena harga minyak turun menjelang sidang OPEC pekan ini. Dalam sidang penting nanti, Arab Saudi dan Rusia diperkirakan akan mencabut kebijakan pembatasan produksi minyak yang sudah berjalan selama dua tahun.

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id berjudul: Perang dagang terpercik, investor Bursa Asia menahan uang

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved