DPD Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia Gelar Temu Generasi Muda ke 31

Menurut Suhadi, seharusnya yang membuka acara temu Generasi Muda NSI se-Indonesia ini adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

DPD Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia Gelar Temu Generasi Muda ke 31
Tribun Medan/ Liska Rahayu
Ketua Umum NSI Suhadi dan Dirjen Agama Budha RI Caliadi saat membuka acara┬áTemu Generasi Muda ke-31 di kantor DPD NSI Vihara Vimalakirti Jalan Gandhi Nomor 116, Medan, Selasa (19/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - DPD Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (PPBDNSI) Sumut melaksanakan acara Temu Generasi Muda ke-31 di kantor DPD NSI Vihara Vimalakirti Jalan Gandhi Nomor 116, Medan, Selasa (19/6/2018).

Setelah dibuka oleh Direktur Jenderal Agama Budha Republik Indonesia, Caliadi, kegiatan tahunan ini akan ditutup langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada 22 Juni 2018 mendatang.

“Saat penutupan di tanggal 22 Juni 2018 nanti, Menteri Agama RI akan hadir untuk penutupan,” ucap Ketua Umum SNI Suhadi.

Menurut Suhadi lagi, seharusnya yang membuka acara temu Generasi Muda NSI se-Indonesia ini adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Namun karena kesibukan yang sama, akhirnya diwakilkan oleh Dirjen Agama.

Suhadi menyebutkan, pertemuan Generasi Muda Niciren Syosyu Indonesia yang ke-31 merupakan kegiatan yang terlaksana dan telah menjadi mitra dengan Kementerian Agama RI setiap tahunnya.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting, terutama bagi umat Budha, sehingga akan mendapatkan generasi muda yang tangguh dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

"Selain kegiatan di Medan, para pengurus dan anggota GM NSI juga akan melakukan kunjungan ke Provinsi Aceh untuk melakukan diskusi yang dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN). Kami pilih Aceh karena Aceh kami anggap aman saat terjadi kerusuhan Tahun 1998 silam. Sementara  Medan dan Jakarta rusuh dan hancur-hancuran saat itu,” ujarnya.

 

Baca: Inilah Identitas dan Asal Daerah 53 Korban Kapal Tenggelam yang Masih Terus Dicari

Baca: 12 Orang Sekeluarga Hilang Sekaligus, Kisah Pilu Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

 

Sementara itu, Dirjen Agama Buddha RI, Caliadi, menerangkan bahwa sebagai bangsa yang besar, Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki pluralitas yang terdiri dari ras dan agama.

Sebagai aset bangsa, generasi muda harus bisa melakukan hal-hal positif.

“Kegiatan temu Generasi Muda ini sangat penting dilaksanakan setiap tahunnya, terutama bagi generasi muda Buddhis, sehingga diharapkan generasi Muda Buddhis nantinya mampu menjadi generasi yang memiliki akhlak yang baik ditengah-tengah kehidupan masyarakat dan bisa hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain,” ujar Caliadi.

Menurutnya, Generasi Muda Buddhis harus memiliki rasa nasionalisme yang kokoh, karena sebagai asset bangsa  Generasi Muda Buddhis harus bisa memanajemen diri dan bisa melakukan hal-hal positiif dari berbagai komunitas agama dalam rangka mendukung program pemerintah dalam   dalam mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Ini adalah kegiatan GM Buddhis yang ke-31 dan setelah tahun sebelumnya juga dilaksanakan di Kota Tangerang, Banten. Kegiatan ini menjadi suatu kegiatan yang sangat penting terutama bagi generasi muda Buddhis. Generasi muda ini juga sebagai aset. Ini menjadi penting untuk membangun generasi muda yang kokoh,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh 167 peserta dari 18 provinsi. Temu pemuda NSI akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 22 Juni 2018 mendatang.

 (cr5/tribun-medan.com)

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help