Kapal Tenggelam

Keluarga Korban KM Sinar Bangun Telantar Kedinginan, Bingung Tak Disiapkan Tempat untuk Tidur

Kedua pria tersebut adalah kakak beradik yang menunggu kepastian nasib keponakannya yang hilang di Danau Toba.

Keluarga Korban KM Sinar Bangun Telantar Kedinginan, Bingung Tak Disiapkan Tempat untuk Tidur
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Oppu Ike Sidabutar dan Oppu Selsi Sidabutar telantar di teras Posko KM Sinar Bangun Selasa (19/6/2018) Malam. Kedua pria tersebut adalah kakak beradik yang menunggui kepastian nasib keponakannya yang hilang di Danau Toba pada peristiwa karamnya KM Sinar Bangun, Senin petang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR- Dua orang tua berusia sekira 60 tahunan kedinginan di teras Posko KM Sinar Bangun, Selasa (19/6/2018) Malam.

Kedua pria tersebut adalah kakak beradik yang menunggu kepastian nasib keponakannya yang hilang di Danau Toba pada peristiwa karamnya KM Sinar Bangun Senin Petang.

Saat ditemui Tribun-Medan.com, keduanya tampak melipat tangan di antara dada masing-masing. Keduanya duduk di kursi bersimpuh dengan kedua lutut agar dapat mengurangi rasa dingin.

Keduanya adalah Ompu Ike Sidabutar dan Ompu Selsi Sidabutar yang datang dari Desa Lumbanjulu Tobasa. Mereka sudah sejak pukul 09.00 WIB di tempat tersebut.

"Tidak tahu tidur kemana. Sudah lama kami dukuk-duduk di sini, dingin kali rasanya," ucap Oppu Ike Sidabutar (70).

Sesekali meminum kopi ke warung sambil menunggu kabar tentang keponakannya bernama Hasiholan Sidabutar.

BERITA TERKINI

Baca: Penumpang Blak-blakan, Riko: KM Sinar Bangun Angkut 100 Sepeda Motor, Oleng 3 Kali Sebelum Terbalik

Baca: Tragis! Korban Hilang Tenggelamnya Kapal di Danau Toba jadi 150 Orang, tapi Satu Pun Belum Ditemukan

Baca: Inilah Data Terakhir 166 Orang Korban Tenggelamnya Kapal di Danau Toba, Berikut Nama dan Alamatnya!

 

 

Baca: Bicara Hukum, Djarot Sindir Lawannya yang Turut Dipanggil KPK, Ini Jawaban Musa Rejekshah

Tidak hanya mereka, menurutnya keluarga korban lain juga pergi sendiri mencari tempat peristirahatan.

Menurutnya, tidak ada satu pun petugas yang menampung atau menyediakan tempat untuk tidur bagi keluarga korban.

"Sama sekali tidak ada dari tadi imbauan atau pengumuman dari mereka. Misalnya diumumkan dari mikrofon.Tidak ada sosialisasi kepada keluarga korban," tutur pria berjaket bahan kulit warna coklat itu.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help