Kapal Tenggelam

Satu Jasad Korban Belum Teridentifikasi, Dua Lainnya Jenazah Tri Suci Wulandari dan Fahrianty

Tindakan medis dimaksud, yakni pembersihan jenazah serta pemeriksaan DNA, sidik jari, gigi, properti.

Satu Jasad Korban Belum Teridentifikasi, Dua Lainnya Jenazah Tri Suci Wulandari dan Fahrianty
Tribun Medan/Dohu Lase
Pasukan Taifib bersiap bertolak dari dermaga Pelabuhan Tigaras untuk menyisir perairan Danau Toba, mencari korban hilang penumpang KM Sinar Bangun, Rabu (20/6/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, SIMALUNGUN - Hingga berita ini dikirim, Rabu (20/6/2018) pukul 20.10 WIB, jasad korban ketiga yang ditemukan tim gabungan pencarian korban hilang penumpang KM Sinar Bangun belum berhasil diidentifikasi. 

Baca: Ibu Korban seperti Mendapat Pertanda dari Kucing Kesayangan Anaknya sebelum Kapal Tenggelam

Baca: Hotman Paris Murka Banyaknya Korban Jiwa di Danau Toba, Hingga Menhub Ungkap Kapasitas Penumpang!

Baca: Menhub Perintahkan Operasi Kapal di Danau Toba Dihentikan Sementara sebelum Penuhi Hal Ini

Keluarga korban masih menunggu kepastian nasib kerabatnya di Posko KM Sinabung, Rabu (20/6/2018) di Pelabuhan Simanindo Samosir.
Keluarga korban masih menunggu kepastian nasib kerabatnya di Posko KM Sinabung, Rabu (20/6/2018) di Pelabuhan Simanindo Samosir. (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)

Namun, tindakan medis terhadap jasad ketiga sudah selesai dilakukan oleh Tim Dokpol Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara.

Tindakan medis dimaksud, yakni pembersihan jenazah serta pemeriksaan DNA, sidik jari, gigi, properti (hal-hal yang melekat di jasad), dan tanda-tanda medis (bekas operasi, bekas perawatan gigi, dan lain-lain).

"Belum bisa diidentifikasi, karena ada data-data ante mortem yang hampir sama, sehingga sangat sulit menentukan identitas dari jenazah itu," kata Ketua Tim DVI Polda Sumut Kombes dr Sahat Harianja saat ditemui Tribun Medan di RSUD Tuan Rondahaim, Rabu (20/6/2018) malam.

Jasad tersebut, ungkap Sahat, berjenis kelamin perempuan, kisaran umur 20 sampai 30 tahun, bertinggi badan sekitar 158 sentimeter, rambut sepanjang kurang lebih 40 sentimeter. Selain itu, jasad ini mengenakan kalung salib dan anting-anting.

Dikatakannya, sempat ada tiga keluarga yang datang ke posko, hendak memastikan jasad tersebut, tetapi ternyata bukan anggota keluarganya.

Baca: 7 Anggota Keluarganya Tewas dalam Kapal Maut KM Sinar Bangun, Fandi Berharap Mukzijat Ini

Baca: Musa Rajekshah Lantunkan Lagu Anak Naburju saat Halalbihalal Paguyuban Pujakesuma

Baca: Silaturahmi dengan Ratusan Masyarakat, Djarot Rencanakan Bangun Balai Latihan Kerja di Sei Mangkei

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang anggota keluarganya ikut menjadi korban tenggelam agar melapor ke posko ante mortem di RSUD Tuan Rondahaim seraya menunjukkan dokumen identitas diri, terutama yang mengandung sidik jari seperti ijazah, dan memberitahukan ciri-ciri tubuh.

"Contohnya, apakah ada bekas luka, bekas operasi, tahi lalat, jaringan parut, dan lain-lain," ucap pria yang juga Kadis Dokkes Polda Sumut ini mengakhiri.

Sebagai informasi, jasad ketiga ini ditemukan mengapung di perairan sekitar Pulau Sipolha, dekat keramba jaring apung milik PT Aquafarm.

Sejauh ini, korban tenggelam KM Sinar Bangun yang ditemukan berjumlah 21 orang. 18 di antaranya selamat, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia. Nama kedua jasad yang berhasil diidentifikasi, yakni Tri Suci Wulandari dan Fahrianty (47).

Kedua jasad tersebut telah diambil keluarganya masing/masing. Sementara penumpang lainnya yang masih hilang  atau belum ditemukan diperkirakan berjumlah 191 orang.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help