Kapal Tenggelam

Kok Bisa Simpang Siur Keberadaan Nakhoda saat KM Sinar Bangun Tenggelam? Kapolri Ikut Tanya Kapolres

Dua korban di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Serta satu lagi masih ditangani di RSUD Tuan Ronda Haim Pematang Raya.

Kok Bisa Simpang Siur Keberadaan Nakhoda saat KM Sinar Bangun Tenggelam? Kapolri Ikut Tanya Kapolres
tribun medan/dimaz
Daftar korban selamat KM Sinar Bangun, tak ada nama ABK yang ternyata selamat 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Sebelumnya, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menuturkan hingga saat ini, 21 korban telah berhasil ditemukan. 18 korban berstatus selamat dan tiga meninggal dunia.

Baca: Kapolri: Tak Cuma Nakhoda Berpotensi Jadi Tersangka, Tetapi Otoritas Pejabat yang Mengawasi!

Baca: Video Terakhir Wibowo dan Sembilan Temannya Sebelum Tragedi KM Sinar Bangun

Baca: Panglima TNI Janji Pencarian Korban KM Sinar Bangun Pakai Alat Canggih AL dan Pesawat

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat meninjau pencarian korban kapal tenggelam di dermaga Pelabuhan Tigaras, Kamis (21/6/2018) siang.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat meninjau pencarian korban kapal tenggelam di dermaga Pelabuhan Tigaras, Kamis (21/6/2018) siang. (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI)

Baca: Jimat Berusia 1.000 Tahun Ditemukan di Yerusalem, Ilmuwan Berhasil Artikan Tulisannya

Dua korban di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Serta satu lagi masih ditangani di RSUD Tuan Ronda Haim Pematang Raya. Hingga kini belum diketahui pasti jumlah penumpang di KM Sinar Bangun

"Ada yang aneh dalam pengungkapan kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun. Karena dalam daftar korban yang selamat maupun yang hilang, nama Nahkoda tidak ditemukan. Tapi Nakhoda sampai saat ini masih berada di darat," ungkap Marudut di posko pengaduan Pelabuhan Tigaras, Rabu (20/6/2018) kemarin.

Terkait Nahkoda yang ternyata berada di darat, Marudut mengatakan bahwa saat ini Polres Simalungun masih fokus pada masalah pencarian dan penyebab kecelakaan.

"Itu ada korban selamat Poltak Tua Sagala, Reider Malau, Jenapia Aritonang itu ketiga ABK dan salah satunya menjabat sebagai kapten kapal sekaligus owner," ungkap Marudut.

Marudut juga menjelaskan bahwa dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun ada seorang ABK lainnya masih hilang yakni Jaya Sidauruk. Tak menutup kemungkinan para ABK yang selamat akan dijadikan tersangka.

"Pemilik kapal sudah diamankan, kemungkinan akan ada mengarah ke tersangka lain dan tidak menutup kemungkinan secepatnya akan kita buat jadi tersangka untuk ABK," jelas Marudut.

Menanggapi pertanyaan yang berkembang di masyarakat, bahwa keberadaan Nakhoda masih simpang siur saat kejadian, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat ditemui di lokasi evakuasi di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun mengatakan penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun masih terus diselidiki.

"Yang pertama akan di jadikan tersangka tentu Nakhoda, karena Manifest, life jaket tidak ada. Apalagi kebetulan pemiliknya Nakhoda itu sendiri, tentu dia bisa jadi tersangka," kata Tito.

Baca: Tri Suci Ulandari Jadi Korban Kapal Tenggelam, Akademika Unimed Berduka

Baca: Plh Gubernur Sumut Sabrina Tinjau Lokasi Kapal Tenggelam yang Mangangkut Ratusan Penumpang

Baca: Warga Sebut Medan Zoo Tidak Terawat, Pemko Medan Berharap Bantuan CSR Perusahaan

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved