Kepala Sekolah MAN Lubukpakam Sebut Komite Tak Lagi Kutip Uang Kepada Siswa Baru

Setelah kejadian ini pihak sekolah pun tidak lagi mengenakan biaya kepada siswa/siswinya yang baru masuk.

Kepala Sekolah MAN Lubukpakam Sebut Komite Tak Lagi Kutip Uang Kepada Siswa Baru
Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
Gedung sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubukpakam Jumat,(8/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubukpakam Kabupaten Deliserdang sudah dua hari belakangan kembali melakukan pendaftaran ulang siswa baru di sekolah. Pendaftaran ulang ini sempat ditutup beberapa waktu lalu karena adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Deliserdang terhadap tujuh orang pegawai/guru di sekolah tersebut.

Setelah kejadian ini pihak sekolah pun tidak lagi mengenakan biaya kepada siswa/siswinya yang baru masuk. Kepala Sekolah MAN Lubukpakam, Burhanuddin Harahap mengakui kalau sebelumnya siswa/siswi baru ini dipatok uang pembayaran Rp 1.180.000 juta saat mendaftar ulang.

Namun untuk saat ini setiap siswa baru yang mendaftar hanya dicatat saja tanpa dikutip sedikit biaya apapun. Saat dikonfirmasi itu ia kembali menegaskan kalau pematokan uang itu bukan dilakukan oleh pihaknya melainkan dari Komite Sekolah.

" Ya sekarang enggak ada lagi lah di pungut cuma di catat saja. Jadi uang sekitar Rp 1,180 juta itu bukan saya yang pinta tapi komite. Itu mereka (Komite) mau beli bus sekolah. Selain itu juga mereka mau membangun satu ruang kelas lagi. Ya memang ada yang sudah membayar dan ada yang belum,"ujar Burhanuddin Harahap Jumat, (22/6/2018).

Ia menyebut pada saat ini uang yang pernah terkumpul dari siswa/siswi baru masih dipegang oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti pada saat dilakukannya OTT. Untuk jumlahnya ia bilang sekitar 165 juta. Ia belum mengetahui bagaimana kelanjutan cerita dari uang yang sudah terkumpul itu.

Baca: Mengejutkan Kedalaman Danau Toba Capai 1.600 Meter, KM Sinar Bangun Belum Terdeteksi

Baca: Sejarah Catat Tragedi KM Sinar Bangun Paling Kelam 184 Orang Korban Hilang, Ini Buktinya

"Ya saya enggak lah tau cemana. Mungkin mau dibalikkan mereka (Polisi) lah itu. Saya pun sudah diperiksanya di Polres karena bukan saya yang menerima uang itu tapi Komite sekolah. Gak ada hubungannya sama saya itu. Saya juga bisa jamin bahwasanya untuk siswa/siswi yang memang tidak mampu tetap bisa untuk bersekolah di tempat kita,"kata Burhanuddin.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help