Home »

Sumut

Ketua KPU Binjai Curhat Anggotanya Dianggap Peminta Sumbangan saat Hendak Lakukan Coklit Pemilih

Selain itu KPU Binjai juga tengah mempersiapkan semua keperluan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 27 Juni 2018 mendatang

Ketua KPU Binjai Curhat Anggotanya Dianggap Peminta Sumbangan saat Hendak Lakukan Coklit Pemilih
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Warga Binjai Aida mendatangi Ketua KPU Binjai,Herri Dani karena tidak terdaftar di DPT Kota Binjai, Jumat (22/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai telah menggelar rapat pleno untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan umum 2019 mendatang. Pleno dilaksanakan di Hotel Kardopa, Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai‎ Kota. Untuk sementara, penyelenggara pemilu di Kota Rambutan menetapkan 173.946 pemilih.

Selain itu KPU Binjai juga tengah mempersiapkan semua keperluan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 27 Juni 2018 mendatang. Kendala yang dihadapai di antara soal permasalahan Daftar Pemilih Tetap berkait soal syarat memilih dengan E-KTP atau surat keterangan Disdukcapil maupun surat C6 sesuai peraturan KPU.

Di sela-sela wawancara dengan tribun-medan.com, Ketua KPU Binjai Herri Dani curhat soal pelaksanaan proses pendataan pencocokan dan penelitian terhadap pemilih warga keturuanan Tionghoa. Pasalnya, warga keturuanan Tionghoa disebutnya sering menutuo rapat pintu rumah, bahkan mendapat laporan dari bawahan kalau petugas beberapa kali merasa dianggap ssbagai peminta sumbangan.

"Kita susahnya melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) ke rumah suku Tionghoa. Karena rumahnya sering selalu tutup. Petugas kita datang dengan bawa map begitu, dikira minta mereka mau mintasumbangan pula jadinya. Begitu laporan yang saya dapat dari bawah," katanya.

Soal pencoblosan pada Pilgub Sumut 2018 di H-5 pada 27 Juni 2018, KPU Kota Binjai telah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap sebanyak 170.547. Dan kertas suara ydng disediakan berjumlah 174.994 setelah adanya penambahan 2,5 persen.

"Surat suara yang sudah masuk 170.547 dan sudah ditambah 2,5 persen sehingga menjadi 174.997. Setelah disortir, terdapat surat suara yang rusak ada 3 (2 kurang, dan satu karena rusak) ," kata Herri Dani.

Baca: Mengejutkan Kedalaman Danau Toba 1.600 Meter, KM Sinar Bangun dan 184 Orang Belum Terdeteksi

Baca: Kapal Sinar Bangun Sudah 20 Tahun Tapi Malah Dijadikan 3 Tingkat, Lihat Fotonya Sebelum Tenggelam

Dia menjelaskan, bagi pemilih di Kota Binjai yang tidak menerima formulir C6, boleh menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan KTP Elektronik. Hal ini juga. setelah adanya SK 574 dari Bawaslu.

"Yang penting terdaftat di DPT, bisa ikut milih. Kita mempermudah warga untuk memilih dan memakai hak suaranya. Selama ada ektp bisa milih dan terdaftar di DPT. Jadi yang gak punya ktp elektronik bisa pakai form C6, begitu juga bisa menggunakan form C6 tanpa KTP Elektronik," ujarnya.

Proses pendistribusian form C6 pada H-5 masih tengah berlangsung. Menurut dia, paling telat Form C6 harus berada di tangan pemilih pada H-1 sebelum pencoblosan.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help