Kapal Tenggelam

Lupakan Mimpi Danau Toba Jadi Monaco of Asia, Jika Tragedi Kapal Tenggelam Terus Terulang

Peristiwa tragedi KM Sinar Bangun yang menghilangkan sebanyak 184 penumpang menjadi catatan buruk pariwisata Indonesia

Lupakan Mimpi Danau Toba Jadi Monaco of Asia, Jika Tragedi Kapal Tenggelam Terus Terulang
facebook
KM Sinar Bangun, yang diposting satu krunya, Jaya Sidauruk sebelum tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6/2018). Jaya juga hilang dalam musibah ini. 

TRIBUN-MEDAN.com - Peristiwa kapal tenggelam dalam tragedi KM Sinar Bangun yang menghilangkan sebanyak 184 penumpang menjadi catatan buruk pariwisata tidak hanya di Sumatera Utara namun di Indonesia.

Lupakan mimpi menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia jika masalah keselamatan penumpang tidak bisa diselesaikan dan menjadi prioritas.

Terlebih setiap penumpang kapal motor milik swasta selama ini tidak pernah menerapkan daftar manifest dan selalu memaksakan penumpang hingga over kapasitas untuk mendapatkan keuntungan.

Sebelumnya mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli pernah menyatakan pemerintah akan menyulap kawasan wisata Danau Toba di Sumatera Utara layaknya Monaco yang ada di Eropa. 

Namun untuk dapat mewujudkan ‘Monaco dari Asia’ tersebut, Rizal mengaku membutuhkan bantuan dari Pemerintah Daerah sekaligus masyarakat setempat. Wacana ini mendapatkan dukungan oleh Pemerintahan Jokowi.

“Kami akan mengembangkan Danau Toba jadi The Monaco of Asia. Pertama, kami akan bersihkan dulu Danau Toba karena banyak yang menanam ikan di situ. Setelah itu dibangun infrastrukturnya, jalan, air bersih, internet, dan sebagainya,” kata Rizal saat itu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Proses pencarian korban hilang dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba
Proses pencarian korban hilang dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba (AP)

Rizal awalnya ingin menyulap danau terbesar di Indonesia itu layaknya kawasan Monaco yang berada di pinggiran Perancis. 

Namun Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman di bawah Luhut Binsar Pandjaitan, target tersebut diturunkan menjadi lebih realistis, cukup meniru kawasan wisata Nusa Dua, Bali yang populer lebih dulu di mata turis asing.

Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, tenggelamnya Kapal Mesin (KM) Sinar Bangun terjadi karena beberapa faktor.

Faktor pertama yang dilihat Luhut adalah ketiadaan visi pembangunan fasilitas infrastruktur dengan jumlah wisatawan Danau Toba.

"Peristiwa yang terjadi kemarin karena beberapa hal seperti pembangunan fasilitas infrastruktur yang belum disamakan dengan peningkatan jumlah wisatawan," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/6/2018).

Faktor lainnya menurut Luhut adalah kurangnya disiplin dari penyelenggara serta pengawas angkutan kapal.

Terkait hal tersebut, Luhut mendukung langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan menghukum pihak bersalah dalam kasus tersebut.

"Hukum harus ditegakkan kepada siapa saja yang melakukan kelalaian pada kecelakaan ini," tegas Luhut.

Luhut pun menyayangkan peristiwa yang menelan banyak korban tersebut. Dia menilai semestinya peristiwa tragis itu dapat dicegah jika segenap pelaksana angkutan di Danau Toba mau berbenah dan mengedepankan keamanan penumpang.

Pasalnya, kecelakaan seperti itu bukan pertama kali terjadi di Danau Toba.

"Jika aparat di lapangan dan penyelenggara angkutan mau belajar dari kecelakaan yang terjadi sebelumnya, disiplin dalam memprioritaskan keamanan penumpang dengan mengangkut jumlah penumpang tidak lebih dari kapasitas, dan memperhatikan laporan cuaca serta peringatan dari BMKG tentu kecelakaan seperti ini bisa dihindari," sesal Luhut.

Luhut menambahkan, saat ini pemerintah pun tengah melakukan pembangunan lima dermaga di Danau Toba dan pembenahan fasilitas dermaga.

Hal itu diharapkannya bisa menjadi sebuah pembangunan yang benar-benar mengikuti pertumbuhan dan perkembangan wisatawan.

"Saya akan datang ke lokasi secepatnya untuk melakukan evaluasi apa saja yang perlu dilakukan dan diperbaiki. Saya sampaikan belasungkawa dan prihatin yang mendalam kepada keluarga korban, semoga keluarga para korban diberi kekuatan dan semoga kecelakaan ini menjadi yang terakhir dan pelajaran untuk kita semua," tutup Luhut.

Penulis: Fahrizal Fahmi Daulay
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved