Home »

Sumut

Kapal Tenggelam

Kisah Perjuangan dan Kesaksian Suka Duka 5 Korban Selamat Kapal Karam di Perairan Danau Toba

Lantas bagaimana kesaksian para korban kapal karam yang selamat. Berikut kisah suka duka mereka.

Kisah Perjuangan dan Kesaksian Suka Duka 5 Korban Selamat Kapal Karam di Perairan Danau Toba
Facebook
KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras. (Facebook) 

TRIBUN-MEDAN.com - Misteri kehidupan dan kematian sepenuhnya diempunyai Sang Maha Kuasa, Tuhan.

Inilah yang diyakini sepenuhnya oleh para korban selamat dari tragedi kapal tenggelam di perairan Danau Toba.

Mengapungkan syukur tiada tara sebab masih beroleh kesempatan hidup dengan penuh perjuangan.

Tuhan, diyakini ada di balik keselamatan yang dialami.

Di sisi lain, nestapa menggelayut di kedalaman kalbu seraya berharap Tuhan masih menyelamatkan sanak saudara, teman, handai taulan yang turut serta diboyong Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang karam.

Seandainya pun meninggal dunia, kiranya jasad ditemukan. 

22 korban kapal karam ditemukan. 19 di antaranya selamat, termasuk nakhoda KM Sinar Bangun. Tiga lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Napak tilas kejadian, jarum jam menunjukkan pukul 15:00 Wib pada Senin (18/6/2018) tatkala KM Sinar Bangun bertolak dari pelabuhan Simanindo, Samosir menuju pelabuhan Tiga Ras, Simalungun.

Kapal memboyong penumpang dan sepeda motor yang melebihi muatan kapal (over capacity).

30 menit melaju dari pelabuhan Simanindo, KM Sinar Bangun oleng diterpa angin kencang dan ombak yang tinggi. Kapal oleng tiga sebelum karam.

Halaman
1234
Penulis: Randy P.F Hutagaol
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help