Pilkada Serentak

27 Juni 2018 Jadi Libur Nasional, Ini Alasan Pemerintah hingga Keluarkan Keppres

Alasannya akan ada mobilisasi massa di luar 171 daerah. Artinya, tidak mungkin kalau 171 daerah libur yang lain tidak libur.

27 Juni 2018 Jadi Libur Nasional, Ini Alasan Pemerintah hingga Keluarkan Keppres
ilustrasi

TRIBUN-MEDAN.COM - Mengapa pemerintah kahirnya menjadikan tanggal 27 Juni 2018 sebagai libur nasional?

Seperti diketahui, pada tanggal itu dilaksanakan Pilkada serentak di Indonesia.

"Soal libur memang KPU mengusulkan agar ada satu libur pemilu. Tidak hanya di 171 daerah. Dan ini sudah disetujui," kata Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto di Mabes Polri,  Senin (25/8/2018).

Kenapa diliburkan?

"Alasannya akan ada mobilisasi massa di luar 171 daerah. Artinya, tidak mungkin kalau 171 daerah libur yang lain tidak libur. Baik organisasi swasta maupun pemerintah," tutur Wiranto.

Baca: SBY Jadi Sasaran Kritik Jari 98, Pernyataan Bisa Bikin Gaduh Jelang Pencoblosan Pilkada

Baca: Rusia Akhirnya Tumbang, Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Dipermalukan Uruguay

Di group Whatsapp, beredar salinan surat Keputusan Presiden RI Nomor 14 tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 Sebagai Hari Libur Nasional.

Dasar pertimbangannya:

a. Penetapan hari Iibur nasional dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak di beberapa provinsi dan kabupaten/kota dilaksanakan guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya:

b. Berdasarkan Pasal 84 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota  Menjadi Undang-Undang sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, pemungutan suara dilakukan pada hari Iibur atau hari yang diliburkan

c. Komisi Pemilihan Umum melalui PeraPeraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 telah menetapkan hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara, yaitu hari Rabu tanggal 27 Juni 2018.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved