Pilgub Sumut

Banyak Warga Tidak Terdata Sebagai Pemilih, KPU Sumut Sebut Terima Data dari Disdukcapil

Khususnya Sumatera Utara juga diselenggarakan Pilkada dan pemilihan Bupati hampir tiap Kabupaten di Sumut

Banyak Warga Tidak Terdata Sebagai Pemilih, KPU Sumut Sebut Terima Data dari Disdukcapil
TRIBUN MEDAN/SATIA
Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, Benget Manahan Silitonga, saat ditemui di Kantor KPU, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, Kamis (28/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUNMEDAN.com, MEDAN-Komisioner Komisi Pemilhan Umum(KPU) membantah kesalahan ada pada mereka terkait tidak sesuainya Data Pemilih Tetap (DPT) di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dia mengatakan kesalahan ada di Dinas Penduduk dan Catatan Sipil.

Di TPS 16, Jalan Bajak II, Medan Amplas, Kota Medan, tempat mantan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi akan melaksanakan pencoblosan bersama dengan keluarga. Ia menyampaikan bahwa Putrinya bernama Annisa tidak menerima surat undangan (C6), namun memilih dengan menggunakan membawa KTP.

Tidak hanya C6, beberapa warga sekitar juga dipersulit dengan tidak terdaftarnya mereka di DPT, padahal mereka mayoritas masyarakat setempat.

Benget Manahan mengatakan, semua yang terjadi masih di dalami, dan akan mencari tau apa kesalahan yang terjadi, selama Pilkada tersebut.

"Kesalahan yang terjadi masih akan menjadi evaluasi kami ke depannya," ucap Benget saat ditemui di Kantor KPU, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, Kamis (28/6/2018).

Ia mengatakan Semua data yang mereka terima dari Disdukcapil, sambungnya, surat suara (C1) yang keluar berdasarkan data Disdukcapil.

Baca: Pernyataan Menyejukkan Istri untuk Sihar Sitorus, Patricia Siahaan: Pemimpin Sejati Tidak Berlari. .

Baca: Raline Ucapkan Selamat untuk Ijeck, Sebut Abangnya Sosok Lembut dan Super Rajin

"Surat yang kami keluarkan berdasarkan data yang kami peroleh dari Disdukcapil, mana mungkin saya bawak-bawak surat C1 untuk orang yang mau coblos tapi kurang," ucap Benget.

Komisioner KPU ini manambahkan, jika ada seorang yang tidak ada data namanya, bukan kesalahan dari KPU, tetapi data yang diberikan oleh Pemerintah.

"Kami itu tadi, semua dari pemerintah datanya diterima," ucapnya.

Setelah hari ini, perhitungan suara yang masuk di KPU masih belum tuntas, untuk itu dirinya mengatakan, agar masyarakat menunggu keputusan final dari KPU pada 9 Juli 2018 mendatang.

"Untuk semua masyarakat, agar bersabar karena nanti 9 Juli baru hasil final siapa yang menang,"ucapnya.

(Cr19/tribun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved