Kedai Tok Awang

Demi Cita-cita Captain Tsubasa

Jangan sepelekan Jepang. Payah carik imbang semangat orang tu. Semangat Tsubasa itu.

Demi Cita-cita Captain Tsubasa
AFP PHOTO/KIRILL KUDRYAVTSEV
PEMAIN-pemain Jepang saling memberikan semangat sebelum memulai laga kontra Senegal, 24 Juni 2018 

LIMA tim negara Asia (empat Asia + Australia) datang ke Rusia dan hingga pekan terakhir Juni 2018, empat di antaranya telah pulang kandang, walau Korea Selatan, satu dari empat tim itu, sempat mencatat pencapaian aduhai sebelum beranjak pulang. Mereka menjadi bagian dari sejarah, yakni siklus 40 tahunan keterpurukan tim nasional Jerman di Piala Dunia.

Iya, Jerman, untuk kali ketiga sejak 1938 dan 1978 gagal di fase awal. Keberhasilan Korea Selatan menjaga gawangnya tetap steril dan melesakkan dua gol di penghujung waktu, membuat Jerman terpuruk di posisi juru kunci. Kekalahan Meksiko tiga gol tanpa balas dari Swedia jadi tak berarti sama sekali.

Di lain sisi, Piala Dunia 2018, kembali mengulang kecenderungan yang terjadi sejak 2002: juara bertahan tersingkir pagi-pagi. Tahun 2002, Perancis juara Piala Dunia 1998 gagal melewati babak penyisihan grup. Periode berikutnya, Brasil memang selamat. Mereka juara tahun 2002 dan tahun 2006 bisa bertahan sampai perempat final.

Namun di dua Piala Dunia berikutnya, "kutukan" juara berlanjut. Juara periode 2006, Italia, jeblok di tahun 2010, dan juara 2010, Spanyol, hancur lebur di 2014.

"Betul jugaklah cakap Pak Udo semalam, baya'e," kata Tok Awang. "Masih jugak pakai minyak campur Mercedes Jerman itu."

"Kurasa minyak campurnya pun subsidi itu, Tok," sahut Jek Buntal.

"Iya, bikin marah Pak Jokowi aja. Hahaha..."

PEMAIN Jerman, Marco Reus (kiri) dan Thomas Mueller, usai kalah atas Korea Selatan pada laga terakhir Grup F, tadi malam, dan membuat mereka tersingkir dari Piala Dunia 2018.
PEMAIN Jerman, Marco Reus (kiri) dan Thomas Mueller, usai kalah atas Korea Selatan pada laga terakhir Grup F, tadi malam, dan membuat mereka tersingkir dari Piala Dunia 2018. (AFP PHOTO/JEWEL SAMAD)

Memang tidak ada duka bagi skuat Jerman yang rusak luar dalam itu di kedai Tok Awang. Satu- satunya pendukung Jerman yang sering singgah di kedai, Pak Udo, hari ini tidak kelihatan batang hidungnya. Barangkali sedang sembunyi dalam gua.

Sedangkan Mak Idam yang juga menjadikan Bayern Munchen sebagai klub favorit keduanya setelah AC Milan, memilih untuk bersikap selo. Kilah Mak Idam, dibanding tim nasional Jerman, dia lebih condong ke tim nasional Italia. Jadi, lantaran tak ada Italia di Piala Dunia, katanya, dia menempatkan diri sekadar sebagai penikmat sepakbola, tidak mendukung siapa-siapa.

Maka alih-alih membicarakan duka Jerman, para pengunjung tetap kedai Tok Awang lebih riuh memperbincangkan Jepang, wakil terakhir Asia di Rusia. Menjalani dua pertandingan di Grup H, Jepang untuk sementara memimpin klasemen bersama Senegal, berbagi angka dan selisih gol yang persis sama.

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved