Tribun Family Card

Berlibur Sambil Belajar Tentang Satwa di Rahmat Museum and Gallery 

Anda senang menghabiskan waktu dengan berwisata keliling Kota Medan, seperti berkunjung ke tempat-tempat yang bersejarah

Berlibur Sambil Belajar Tentang Satwa di Rahmat Museum and Gallery 
Tribun Medan/Ayu Prasandi
Rahmat International Wildlife Museum and Gallery 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Anda senang menghabiskan waktu dengan berwisata keliling Kota Medan, seperti berkunjung ke tempat-tempat yang bersejarah dan menarik serta dapat menambah ilmu pengetahuan, Rahmat International Wildlife Museum and Gallery bisa menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Berada di Jalan S.Parman No 309 Medan, Rahmat International Wildlife Museum and Gallery merupakan museum dan gallery yang menawarkan banyak pengetahuan terutama tentang satwa dari seluruh dunia.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery
Pengunjung mengamati satwa menggunakan kaca pembesar.(Tribun Medan/Ayu Prasandi)

Manager di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Nelly kepada Tribun, mengatakan, Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah museum satu-satunya di Asia yangdiresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA pada tanggal 14 Mei 1999 lalu.

“Karena besarnya minat masyarakat, maka dilakukan perluasan bangunan yang megah dan impressive, sehingga semakin lengkap  dengan luas gedung kurang lebih 3000 meter persegi,” ujarnya, Sabtu (99/2018).

Ia menerangkan, saat ini lebih kurang ada 2.500an spesies satwa dari berbagai belahan dunia. Mulai dari Asia, Afrika, dan negara-negara lainnya yang ada di dunia.

“Meskipun museum ini belum bisa menutupi biaya operasional tetapi museum ini tetap memotivasi dan mendidik generasi muda untuk mencintai dan peduli terhadap konservasi satwa liar,” terangnya.

Ia menjelaskan, pendiri dan pemilik Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah Rahmat Shah yang merupakan penggemar olahraga berburu professional kelas dunia dan  seorang konservasionis serta pencinta alam yang telah berpetualang  di berbagai penjuru dunia.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery
Pengunjung mengabadikan salah satu spot di Rahmat Gallery. (Tribun Medan/Ayu Prasandi)

“Bapak Rahmat Shah berpetualang untuk mempelajari langsung  konsep konservasi dengan pemanfaatan. Konsep SCI  yang telah  diterapkan oleh berbagai negara diantaranya Amerika, Kanada, Rusia, Jerman, Turki, Perancis, Itali, Spanyol, Austria, China,   Kazakhstan, Romania, Mongolia, Iran, Pakistan, Australia, New Zealand, hampir seluruh Afrika  dan negara lainnya guna mencegah kepunahan habitatnya dan menambah populasi satwa liar di dunia,” jelasnya.

Ia menuturkan, melalui Museum dan Gallery ini, Rahmat Shah mengajak masyarakat atau pengunjung untuk  lebih  mengenal keanekaragaman  satwa liar yang  ada di dunia.

“Kehadiran Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah agar masyarakat  dari  berbagai kalangan agar turut   peduli   dan  terpanggil untuk lebih menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan satwa liar,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, pengunjung bisa melihat berbagai koleksi satwa dari berbagai negara seperti lima satwa besar Afrika paling berbahaya dan terbesar di Afrika yaitu Gajah, Badak, Banteng, Singa, dan Macan Tutul serta beraneka jenis Beruang, Rusa, Kambing Gunung, Ayam Emas.

“Pengunjung juga bisa melihat berbagai  jenis Burung,  Kura- Kura, koleksi Kupu-Kupu dan Kumbang yang indah juga unik serta masih banyak lagi koleksi  yang mempesona lainnya,” ungkapnya.(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help