Kapal Tenggelam

Ibu Korban KM Sinar Bangun Yakin Anaknya Masih Hidup, Nurhaida: Ntahnya Ada Orang yang Menolongnya

Ia mengaku masih belum percaya kalau anaknya itu sudah tiada.Selagi jasad anaknya belum ada di depan matanya ia mengaku belum dapat mempercayainya.

Ibu Korban KM Sinar Bangun Yakin Anaknya Masih Hidup, Nurhaida: Ntahnya Ada Orang yang Menolongnya
Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
Berlin dan Nurhaida ketika ditemui di rumahnya Rabu, (4/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Penghentian pencarian dan pengangkatan jenazah penumpang Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga Jonathan Fernando Tampubolon yang tinggal di Gang Keluarga Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang Rabu, (4/7/2018). Semenjak dua hari setelah kejadian hingga kemarin rumahnya pun terus didatangi oleh kerabat dan keluarganya. 

Mereka datang untuk memberi ucapan duka dan semangat kepada kedua orang tuanya Berlin Tampubolon dan Nurhaida Br Panjaitan.

Saat diwawancarai www.tribun-medan.com, Nurhaida pun tampak masih begitu tegar. Meski begitu raut wajahnya masih menyisahkan betapa rindunya dirinya pada anaknya itu. Ia mengaku masih belum percaya kalau anaknya itu sudah tiada. Disebut selagi jasad anaknya belum ada di depan matanya ia mengaku belum dapat mempercayainya.

 “ Ya terus terang saja sekarang ini saya masih bimbang karena anak saya itu belum nampak. Saya itu berharap Tuhan memberikan mukzijatnya lah. Jadi kita berharap dia masih hidup, ntahnya ada orang yang menolongnya. Kami sekeluarga ini tidak ada satu pun yang diberi mimpi sama dia. Jadi perasaan sekarang ini dia masih hidup saja, semoga lah ada mukzijat,”ujar Nurhaida.

 Saat diwawancarai di rumahnya itu Nurhaida sedikit berbeda pendapat dengan sang suami. Nurhaida sendiri menyadari kalau selama tim SAR juga sudah capek untuk berupaya. Hanya saja ia kecewa mengapa pencarian dan pengangkatan dihentikan. Selain itu ia juga kecewa mengapa beberapa jam setelah kejadian pencarian tidak dilakukan.

 “Kutahu katanya tidak lama setelah kejadian itu air  danau sempat tenang tapi kenapa tidak dicari saat malam itu. Kalau malam itu dicari mungkin masih mudah mendapatkannya. Yang ku sesalinya sebenarnya kenapa sekarang di hentikan, tapi bagaimanalah Pemerintahnya yang m enentukan. Kalau jujur ya jangan dihentikan lah,”kata Nurhaida.

Baca: Lembaga Perlindungan Konsumen Sebut Tragedi Sinar Bangun dan Lestari Maju Akumulasi Kegagalan

 

Baca: Pascatragedi Kapal Tenggelam, Wisatawan Samosir Turun 60 Persen, Pelancong Pilih Tunda Kunjungan 

 

Jonathan sendiri  merupakan mahasiswa semester akhir Universitas Quality Medan. Ia sebelumnya pergi ke danau toba bersama tiga orang temannya yang merupakan warga Lubukpakam dan Tanjung Morawa. Mereka pergi ke Danau Toba dengan mengendarai dua sepeda motor. Namun nasib yang dialami oleh Jonathan tidak sebaik tiga orang temannya karena pada saat kejadian itu tiga orang rekannnya itu berhasil menyelamatkan diri.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved