KABAR OTT Gubernur Aceh Menggemparkan, Begini Penjelasan Ketua KPK

KPK dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua kepala daerah, satu di antaranya disebut-sebut Gubernur Aceh

KABAR OTT Gubernur Aceh Menggemparkan, Begini Penjelasan Ketua KPK
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Ketua KPK Agus Rahardjo 

TRIBUN-MEDAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua kepala daerah, satu di antaranya disebut-sebut Gubernur Aceh, bersama 8 orang.

informasi OTT KPK ini menyebar dan mengemparkan warga Aceh.

Di media sosial, banyak unggahan, terutama dari orang-orang dekat Irwandi Yusuf, yang menyebutkan Gubernur Aceh itu telah selesai memberikan keterangan di Polda Aceh, dan telah kembali ke kediaman pribadinya di Jalan Salam, Lampriek, Banda Aceh.

Kabar telah selesainya pemeriksaan Irwandi Yusuf juga beredar melalui fasilitas pesan Whatsapp.

Sementara wartawan Serambinews.com yang masih berada di Mapolda Aceh, hingga pukul 01.00 WIB, belum melihat tanda-tanda Irwandi Yusuf ke luar dari Mapolda.

Hanya saja, tidak bisa juga dipastikan apakah Irwandi masih berada di Polda, karena seluruh kaca ruangan tempat Irwandi berada, sudah tertutup tirai.

Sejumlah wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik masih berjaga-jaga di Mapolda Aceh.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo mengakui ada kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) di Aceh.

Penjelasan Agus Raharjo ini sekaligus menjawab desas desus dan simpang siurnya informasi yang menggemparkan Aceh, Selasa (3/7/2018) malam.

Baca: Beginilah Jadinya kala Azka Corbuzier Bandingkan Dirinya dengan Artis Tik Tok Bowo Alpenliebe

Baca: Telak, Sindiran Ruhut Sitompul pada Ratna Sarumpaet: Rasain Kau Dimarahin Pak LBP

“Sore hingga malam ini, KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS,” kata Ketua KPK Agus Raharjo melalui pesan Whatsapp kepada Serambinews.com pukul 23.06 WIB.

“Diduga sebelumnya telah terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di tingkat Provinsi dan salah satu Kabupaten di Aceh. Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya,” tambah Agus Raharjo.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help