Ini Bahaya Beli Lauk Atau Sayur Matang Dibungkus, Bisa Sebabkan Kanker Payudara hingga Penyakit Ini

Padahal, sayuran atau lauk matang yang dibungkus dengan plastik ini bisa jadi memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Ini Bahaya Beli Lauk Atau Sayur Matang Dibungkus, Bisa Sebabkan Kanker Payudara hingga Penyakit Ini
Kolase Tribun-Medan.com
Lauk atau sayuran dibungkus plastik 

TRIBUN-MEDAN.COM - Di era yang serba instant ini, dan mayoritas para ibu memiliki pekerjaan sampingan, baik di rumah maupun di luar rumah.

Maka, tak mengherankan para ibu jarang memasak di rumah, sehingga mengandalkan layanan pesan antar makanan secara online atau membeli lauk dari warung makan maupun resto tertentu.

Keberadaan warung makan atau penjual makanan matang lainnya memang bisa memberikan solusi bagi kita yang sedang malas atau tidak sempat memasak.

Hanya saja, jika kita cermati, berbagai sayuran atau lauk yang bisa kita beli seringkali dibungkus dengan bahan plastik.

Padahal, sayuran atau lauk matang yang dibungkus dengan plastik ini bisa jadi memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Menurut pakar kesehatan yang dilansir dari doktersehat, karena praktis dan bisa benar-benar membungkus makanan dengan baik tanpa perlu khawatir akan tumpah, banyak penjaja makanan yang langsung menempatkan sayur atau lauk ke dalam wadah plastik meskipun kondisi makanan masih panas atau hangat.

Padahal, jika sampai plastik terkena paparan suhu tinggi, dikhawatirkan ada senyawa yang terurai dan akhirnya tercampur pada sayuran atau lauk yang kita beli.

Yang menjadi masalah adalah, seringkali bahan plastik yang dipakai untuk membungkus makanan ini bukanlah yang berjenis food grade, melainkan plastik biasa yang bisa saja memiliki senyawa kimia berbahaya layaknya phthalate, bisphenol A (BPA), dan adipate.

Jika kita sampai kerap mengonsumsi sayur atau lauk yang sudah terpapar bahan kimia tersebut maka kita pun akan mengalami peningkatan risiko terkena masalah kesehatan.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help