Terkuak Akhirnya, Gubernur Diciduk KPK dan Fee Proyek Beli Medali dan Jersey Aceh, Ini Videonya

Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap proyek-proyek pembangunan infrastuktu

Terkuak Akhirnya, Gubernur Diciduk KPK dan Fee Proyek Beli Medali dan Jersey Aceh, Ini Videonya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat tiba di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (4/7/2018). KPK melakukan OTT terhadap 10 orang yang diantaranya dua kepala daerah yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi serta menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 500 juta terkait kasus dugaan suap realisasi komitmen fee proyek di tingkat provinsi dan kabupaten. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi sebagai tersangka.

Penetapan tersangka kedua pejabat tinggi di Aceh ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Konferensi pers itu dimpimpin Wakil Ketua KPK Bansaria Panjantan didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap proyek-proyek pembangunan infrastuktur yang dibayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018.

"Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA," kata Basaria.

Baca: Viral Bayi Hilang Dilaporkan Diculik hingga Ditemukan dalam Lemari Es di Rumah Pengasuhnya

Baca: Gak Disangka Harta Gubernur Aceh yang Diciduk KPK, Segini Kekayaan dan Mobil Mewahnya

Baca: Ngeri, Nenek 92 Tembak Mati Putranya Gara-gara Mau Dikirim ke Panti Jompo

Adapun Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018 itu sebesar Rp 8 triliun.

Disebutkan, uang Rp 500 juta yang diberikan Ahmadi kepada Irwandi akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018 yang akan digelar di Sabang, 29 Juli 2018.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018," kata Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun twitter KPK @KPK_RI, sekitar pukul 22.45 WIB.

Baca: Pupuler dan Sukses, Lagu Lagi Syantik Siti Badriah Dipersoalkan Artis Syahrini  

Disebutkan, operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Aceh Irwandi dimulai setelah tim KPK mengidentifikasi penyerahan uang sebesar Rp 500 juta dari Muyassir/MYS (swasta) kepada Fadli/ FDL (swasta) pada Selasa, 3 Juli 2018.

FDL kemudian menyetorkan uang tersebut ke beberapa rekening Bank BCA dan Mandiri, masing-masing sekitar Rp 50 juta, Rp 190 juta, dan Rp 173 juta. Uang itu yang disebut KPK diduga akan digunakan untuk keperluan Aceh Marathon 2018.

Selain Irwandi dan Ahmadi, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, masing-masing Hendra Yuzal (ajudan Irwandi Yusuf) dan Syaiful Bahri (rekanan).(*)

Simak video lengkap konferensi pers KPK terkait OTT Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi di bawah ini:

 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul OTT Irwandi Yusuf dan Ahmadi, KPK Sebut Uang Rp 500 Juta untuk Beli Medali dan Jersey Aceh Marathon

Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help